Berita, Nasional

Siswanto Rusdi Beberkan Penyebab Kapal Pertamina Tak Lolos Selat Hormuz: Kapal Iran Arman 114 Masih Ditahan, Atase Bilang Kami Balas Perlakuan Ini

Repelita.net

28 March 2026 13:00 WIB • 1,069 view

Siswanto Rusdi Beberkan Penyebab Kapal Pertamina Tak Lolos Selat Hormuz: Kapal Iran Arman 114 Masih Ditahan, Atase Bilang Kami Balas Perlakuan Ini
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Direktur The National Maritime Institute, Siswanto Rusdi, menerka alasan mengapa Iran belum meloloskan dua kapal tanker milik Pertamina di Selat Hormuz, sementara negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia sudah berhasil mendapatkan izin melintas.

Siswanto menyinggung sebuah kapal tanker milik Iran yang ditangkap oleh otoritas Indonesia dan hingga saat ini masih ditahan, yang menurutnya menjadi salah satu faktor utama di balik kebijakan Teheran.

ADVERTISEMENT

Ingat tidak teman-teman, ada kapal Iran yang ditahan saat ini di Indonesia, Arman 114, itu kapal ditangkap oleh Bakamla tahun lalu, demikian pernyataan Siswanto dalam wawancara yang dikutip dari kanal YouTube Sindo News pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Kapal tersebut, kata Siswanto, dituding melakukan pencemaran lingkungan dan akhirnya divonis disita oleh Kejaksaan Agung, dengan muatan minyak mentah yang sangat besar di atas kapal tersebut.

Saat itu, ia mengaku berkomunikasi dengan atase pertahanan Iran yang meminta Indonesia untuk melepas kapal menjelang proses lelang, namun hingga hari ini kapal tersebut masih berada di perairan Indonesia.

Soal lelangnya sudah tidak jelas lagi, terus atase itu bilang kami akan balas perlakuan ini, demikian Siswanto mengungkapkan pesan yang disampaikan oleh perwakilan Iran terkait penahanan kapal tersebut.

Ia meminta agar pemerintah Indonesia bersikap transparan terkait negosiasi yang dilakukan dengan pemerintah Iran mengenai nasib dua kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz.

Itu yang menurut saya harus dibuka ke publik, jangan misalnya oke pemerintah nego dengan pemerintah Iran, itu yang dinegosiasikan apa, syarat-syarat negosiasi itu kan kalau negosiasi harus win-win, demikian ujar Siswanto.

Soal kapal itu tidak terungkap seperti tidak terungkapnya apa yang menjadi kartu Indonesia untuk Iran, sambungnya menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Selain persoalan kapal MT Arman 114, Siswanto juga mengungkit sikap pemerintah Indonesia yang tidak mengeluarkan pernyataan resmi untuk mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran.

Kalau Iran kan sudah buka semuanya, karena kalian tidak mengucapkan bela sungkawa kepada pemimpin agung kami, kepada anak-anak kami yang mati dibom, kalian tidak mengucapkan, demikian ucap Siswanto mengutip keluhan pihak Iran.

Bahkan setelah pemimpin baru terpilih, ia menyebut tidak ada juga ucapan selamat yang disampaikan oleh pemerintah Indonesia kepada pemimpin baru Iran.

Sekarang kalian berani mengungkapkan selamat juga kepada pemimpin agung kami yang baru, Iran sudah sampaikan, sekarang Iran menunggu Indonesia, terang Siswanto mengenai dinamika hubungan diplomatik kedua negara.

Sementara itu, Iran diketahui telah mengizinkan kapal-kapal milik Malaysia untuk melintasi Selat Hormuz, sebuah kabar yang dikonfirmasi langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Seperti dilansir dari Reuters, Anwar berbicara dengan Iran, Mesir, Turki, dan sejumlah negara regional lain terkait negosiasi tersebut, dan hasilnya kapal Malaysia dapat melewati Selat Hormuz dengan bebas.

Saat ini kami sedang dalam proses membebaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang, demikian pernyataan Anwar Ibrahim.

Anwar mengaku telah berdialog dengan Iran dan negara-negara lain untuk memfasilitasi perdamaian di Timur Tengah, sebuah proses yang berjalan penuh tantangan dan keseriusan.

Namun ini tidak mudah karena Iran merasa telah berulang kali ditipu dan merasa sulit untuk menerima langkah-langkah menuju perdamaian tanpa jaminan keamanan yang jelas dan mengikat bagi negara mereka, ujar Anwar menjelaskan posisi Teheran.

Sebelumnya, kapal tanker milik Thailand juga berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman pada Senin, 23 Maret 2026, sebuah kabar yang dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri Thailand.

Hal tersebut menunjukkan hubungan baik antara Thailand dengan Iran, di mana pihak Iran bahkan secara resmi menyebut Thailand sebagai teman sehingga memiliki tempat yang istimewa.

Sementara itu, dua kapal tanker minyak milik Pertamina yaitu VLCC Pertamina Pride dan MT Gamsunoro masih tertahan di area Teluk Arab atau Teluk Oman hingga saat ini.

Pihak Pertamina mengonfirmasi bahwa kedua kapal tersebut dalam kondisi aman meskipun belum dapat melintasi Selat Hormuz, dan terus dalam pemantauan intensif oleh perusahaan.

Pemerintah Indonesia mengaku telah menempuh jalur diplomasi untuk membebaskan kedua kapal tersebut, namun hingga kini upaya tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung