Berita, Timur Tengah

Sikap Trump Mencla-mencle, Mojtaba Khamenei: Kami Tak Akan Mundur, Sinyal Perang Besar dimulai?

Repelita.net

03 May 2026 20:06 WIB • 712 view

Sikap Trump Mencla-mencle, Mojtaba Khamenei: Kami Tak Akan Mundur, Sinyal Perang Besar dimulai?
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai bersikap tidak konsisten atau mencla-mencle dalam menyikapi proposal negosiasi yang diajukan oleh Teheran, sehingga memicu respons keras dari Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran .

Ayatollah Mojtaba Hosseini Khamenei dengan tegas menyatakan bahwa negaranya tidak akan pernah mundur satu langkah pun dalam menghadapi tekanan dan ketidakpastian sikap yang ditunjukkan oleh pemerintahan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Trump .

ADVERTISEMENT

Sikap tegus ini langsung memicu spekulasi luas di kalangan analis internasional tentang apakah sinyal perang besar antara Iran dan Amerika Serikat beserta sekutunya, termasuk rezim Zionis Israel, benar-benar akan segera dimulai dalam waktu dekat .

“Hari ini kebangkitan luar biasa bangsa Iran, tidak hanya terbatas pada puluhan juta orang yang siap berkorban dalam perjuangan melawan zionisme dan Amerika yang haus darah, kebangkitan ini juga telah menyatukan bangsa Iran yang menjumlah 90 juta jiwa baik dalam maupun luar negeri sebagai kesatuan umat yang berani dan terhormat,” ujar Mojtaba Khamenei dalam pernyataan resmi yang dikutip pada Sabtu (2/5/2026) .

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi jawaban diplomatik yang dingin atas rasa tidak puas dari Donald Trump terkait dengan usulan negosiasi yang sebelumnya telah diajukan oleh Teheran sebagai upaya terakhir mencari solusi damai .

Ayatollah Mojtaba Khamenei menjelaskan bahwa kebangkitan bangsa Iran saat ini tidak hanya mengandalkan kekuatan militer dan persenjataan canggih, tetapi juga bertumpu pada soliditas persatuan nasional yang telah menyatukan 90 juta jiwa rakyat Iran baik di dalam maupun luar negeri .

Ia juga menegaskan bahwa seluruh aset strategis nasional Iran, mulai dari teknologi nano, bio, nuklir hingga program misil balistik, akan dijaga mati-matian sebagai harga mati yang tidak bisa ditawar dalam kondisi apa pun .

“Dengan seluruh identitas mereka, baik spiritual kemanusiaan, ilmu pengetahuan, industri, hingga teknologi dasar dan modern, mulai dari nano, bio, hingga nuklir dan misil, semuanya dianggap sebagai aset nasional dan akan dijaga sebagaimana mereka menjaga perbatasan laut darat dan udara mereka,” tegas pemimpin tertinggi Iran itu .

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Teheran telah benar-benar kehilangan kepercayaan terhadap Washington akibat pelanggaran berulang yang dilakukan AS terhadap kesepakatan gencatan senjata selama negosiasi di Islamabad .

Ia menyoroti serangkaian agresi militer AS dan serangan rezim Israel yang menyebabkan gugurnya mantan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei, sejumlah komandan militer, pejabat senior, serta warga sipil tak berdosa .

Serangan terhadap rumah sakit, sekolah, infrastruktur publik, hingga fasilitas nuklir damai dinilai Pezeshkian sebagai kejahatan perang yang bertentangan dengan hukum internasional dan tidak bisa dibiarkan begitu saja .

Dengan nada keras, Presiden Iran meminta agar semua pejabat Amerika Serikat segera menghentikan retorika provokatif dan tindakan agresif mereka jika memang serius ingin membangun kembali kepercayaan yang telah hancur total dari pihak Iran .

Pezeshkian menekankan bahwa langkah membangun kepercayaan ini menjadi syarat mutlak untuk menunjukkan adanya kesungguhan dalam melanjutkan proses negosiasi agar perang besar tidak benar-benar meletus dan mengulangi pengalaman pahit masa lalu .*

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung