Berita, Nasional

Sidang Umum PBB Memanas: Hujan Walkout dan Tuai Kecaman Delegasi Dunia Atas Konflik Gaza

Repelita.net

25 September 2026 23:41 WIB • 88 view

Sidang Umum PBB Memanas: Hujan Walkout dan Tuai Kecaman Delegasi Dunia Atas Konflik Gaza
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di markas besar PBB New York Amerika Serikat diwarnai ketegangan hebat akibat aksi saling kecam dan hujan walkout dari sejumlah delegasi negara.

Dalam siaran televisi Sindo Sore yang diunggah melalui kanal YouTube Official SINDOnews, dilaporkan bahwa konflik di kawasan Timur Tengah memicu perdebatan yang sangat panas.

ADVERTISEMENT

Suasana persidangan mulai memanas sejak awal kedatangan delegasi negara Iran yang dipimpin secara langsung oleh Presiden Massud Pezeskian.

Pezeskian berpidato tanpa rasa gentar di mimbar PBB untuk mengecam keras tindakan brutal Amerika Serikat terhadap masyarakat sipil di negaranya.

"Pezeskian bahkan mengutuk pembunuhan pemimpin tertinggi mereka ayatullah Ali Kamini serta pengeboman di sekolah putri Minap yang menewaskan ratusan siswa," ujar narator dalam tayangan tersebut.

Mendengar kritik tajam dari pemimpin Iran tersebut, perwakilan atau delegasi dari Amerika Serikat langsung memilih melakukan aksi walkout dari ruangan.

Langkah serupa juga diambil oleh delegasi Israel yang melakukan aksi walkout saat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan pidato kecamannya.

Di hadapan para pemimpin dunia, Erdogan secara tegas menyebut pihak Israel sebagai negara teroris akibat agresi militer yang terjadi di wilayah Gaza.

"Turki akan terus membela perjuangan Palestina dan takkan bisa dibungkap," tegas Erdogan dalam pernyataan resminya di podium sidang PBB.

Ketegangan di podium PBB semakin bertambah ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan pidatonya yang mengutuk keras situasi kemanusiaan di Gaza.

Macron bahkan sampai menggebrak podium sidang sembari memberikan peringatan keras kepada seluruh pemimpin dunia yang hadir di ruangan tersebut.

"macron memperingatkan para pemimpin dunia agar tidak kembali ke hukum rimba di saat dunia tengah menyaksikan sebuah tontonan yang seharusnya membuat semua pihak merasa malu," sebut narator berita.

Puncak dari aksi boikot massal terjadi ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dipanggil ke atas panggung untuk memberikan pidato.

Sebanyak 77 delegasi negara termasuk perwakilan dari Indonesia langsung berjalan keluar meninggalkan ruang sidang utama sebelum Netanyahu berbicara.

Selain aksi walkout massal di dalam ruangan, perwakilan dari Yordania serta Mesir juga memilih untuk tidak menghadiri sesi tersebut sejak awal.

Netanyahu membalas aksi tersebut dengan melontarkan kecaman balik kepada pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh negaranya.

Serangan verbal Netanyahu diarahkan kepada pemimpin Iran, Wali Kota New York, hingga negara mitra seperti Inggris, Prancis, dan Turki.

Di tengah jalannya sidang, Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon menyindir diplomat Iran dengan menawarkan alat komunikasi komersial Starlink.

Sindiran verbal dari pihak utusan Israel tersebut merujuk pada kebijakan pemblokiran akses komunikasi oleh pemerintah Iran saat unjuk rasa.

Namun, tawaran provokatif tersebut sama sekali tidak digubris oleh para diplomat Iran yang memilih memalingkan muka di ruang sidang.

Netanyahu menyatakan bahwa tindakan militer negaranya sebenarnya bertujuan untuk melindungi negara-negara yang delegasinya melakukan walkout.

Ia bahkan mengklaim ada beberapa pemimpin negara yang secara rahasia menyampaikan rasa terima kasih atas operasi militer yang dilakukan Israel.

"if there are any other moral cowards who haven't yet this hall please do so now thank you very much devastating Iran's nuclear facilities was hard it was very hard to do but for me it was one of the easiest decisions I've ever had to make as prime minister because if we hadn't done it we'd all be dead now you want to hear the ultimate irony in defending itself Israel is also defending many of the countries whose delegates just left this hall in fact I want you to know that many of their leaders even us privately Iran's nukes," ucap Netanyahu dalam pidatonya.

Sebelum pidato berlangsung, anggota dewan Zohran Mamdani sempat terlibat adu mulut yang sangat sengit dengan Benjamin Netanyahu mengenai situasi kemanusiaan di Gaza.

Mamdani secara terbuka menuding pemimpin Israel tersebut sebagai sosok penjahat perang atas jatuhnya puluhan ribu korban jiwa sipil.

"benjaminahu ismin of horfican 73,000 people tens undergo amputation without anesthesia for the targeting of neonato hospitals and maternity care centers denying newborns even the chance to live for the countless people he starved as he blocked food and humanitarian aid from reaching them for the gunning down of hundreds of aid workers and journalists and just last month the UN confirmed that Palestinian children continue to be deliberately targeted and killed by Israeli armed forces more than eight months after the so-called ceasfire the list goes on and on all as we as Americans pay for the bombs that do the killer there is a reason the International Criminal Court issued a warrant for his arrest as human beings we have spent generations building a shared understanding that there are crimes so grave they offend all of humanity anyone with their eyes with their heart with their conscience should recognize the devastation he has wrought and understand that he belongs before a court of law," cetus Mamdani.

Netanyahu langsung merespons pernyataan keras tersebut dengan melontarkan kalimat balasan yang menuduh balik posisi politik dari Mamdani.

"shame on you Mr mangi shame on you for supporting the Hamas terrorist monsters who butchered our people new," seru Netanyahu dengan nada tinggi.

Sementara itu, situasi di luar markas PBB New York ikut memanas karena ratusan demonstran dari kelompok pro-Palestina dan pro-Israel terlibat cekcok.

Massa pro-Palestina membawa bendera serta poster menuntut penghentian total bantuan militer dari Amerika Serikat kepada militer Israel.

Di sisi lain, kelompok massa pro-Israel juga berkumpul dengan membawa atribut bendera dan spanduk yang menyudutkan umat muslim.

Keriuhan sempat pecah di kawasan Dag Hammarskjold Plaza sehingga memaksa aparat kepolisian setempat bertindak tegas menjaga keamanan.

Setidaknya ada 30 orang yang ditangkap oleh petugas, termasuk di antaranya aktris Hollywood Susan Sarandon serta tokoh politik lokal Hannah N Binder.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung