Serangan Udara Hantam Teheran, Bandara dan Universitas Jadi Sasaran
Repelita Teheran - Gelombang serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel menghantam sejumlah fasilitas sipil di ibu kota Iran, Teheran, pada Senin (6/4/2026), termasuk sebuah universitas ternama dan kawasan pemukiman warga .
ADVERTISEMENT
Sasaran serangan kali ini menyasar Universitas Teknologi Sharif, sebuah institusi pendidikan tinggi yang selama ini dikaitkan dengan program riset militer Iran .
Media lokal Iran melaporkan bahwa stasiun pasokan gas alam yang berada di dekat kampus universitas tersebut juga ikut rusak akibat ledakan .
Selain universitas, serangan udara juga dilaporkan menghantam sebuah gedung apartemen di kawasan barat daya Teheran, tepatnya di dekat kota Eslamshar .
Insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya 13 orang tewas, sementara tim penyelamat masih terus melakukan pencarian di lokasi reruntuhan bangunan .
Sebelumnya pada Jumat (3/4/2026), Institut Penelitian Laser dan Plasma yang merupakan bagian dari Universitas Shahid Beheshti di utara Teheran juga hancur diserang .
Menteri Sains Iran, Hossein Simaei Saraf, mengungkapkan bahwa setidaknya 30 universitas telah menjadi target serangan sejak konflik meletus pada 28 Februari 2026 .
Iran pun merespons keras dengan mengklaim berhasil menembak jatuh beberapa pesawat milik koalisi, termasuk jet tempur F-35 dan pesawat angkut C-130 Hercules, di wilayah selatan Isfahan .
Juru Bicara Komando Pusat Militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, menyatakan bahwa upaya penyelamatan pilot Amerika Serikat yang dilakukan oleh pasukan musuh telah gagal total .
Ketegangan semakin memuncak setelah Presiden AS Donald Trump memberi ultimatum 48 jam kepada Iran untuk membuka penuh Selat Hormuz, dengan ancaman akan melepaskan "neraka" jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi .
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melalui unggahan di media sosial X pada 4 April 2026, memperingatkan bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir Bushehr dapat memicu dampak radiasi yang mengancam negara-negara tetangga .
Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga ikut menyuarakan keprihatinan mendalam terkait keselamatan fasilitas nuklir di tengah eskalasi konflik yang terus meluas .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok