Berita, Timur Tengah

Serangan Iran Hancurkan E-3 Sentry AS di Pangkalan Prince Sultan, Lukai 10-12 Personel Militer

Repelita.net

29 March 2026 16:35 WIB • 1,141 view

Serangan Iran Hancurkan E-3 Sentry AS di Pangkalan Prince Sultan, Lukai 10-12 Personel Militer
Foto: Istimewa

Repelita Riyadh - Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meningkat setelah serangan udara yang dilancarkan Iran terhadap Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi pada Jumat dini hari tanggal 27 Maret 2026.

Serangan tersebut terjadi sekitar 60 mil di selatan ibu kota Riyadh dan melibatkan kombinasi rudal balistik presisi serta beberapa drone serang.

ADVERTISEMENT

Akibatnya terjadi kerusakan signifikan pada aset militer strategis Amerika Serikat yang ditempatkan di pangkalan tersebut.

Laporan menyebutkan bahwa insiden ini melukai antara 10 hingga 12 personel militer Amerika Serikat dengan dua di antaranya mengalami kondisi kritis.

Pangkalan Prince Sultan berfungsi sebagai lokasi operasional utama bagi Angkatan Udara Amerika Serikat selama pelaksanaan Operasi Epic Fury.

Sebelumnya satu tentara Amerika Serikat telah tewas akibat serangan rudal di pangkalan yang sama pada awal Maret.

Bukti dari citra satelit dan foto yang beredar menunjukkan tingkat kehancuran yang serius pada peralatan militer.

Dua foto yang dirilis memperlihatkan bagian belakang badan pesawat E-3 Sentry AWACS yang hangus terbakar dengan kubah radar utamanya hancur sepenuhnya di landasan parkir.

Selain itu beberapa pesawat tanker KC-135 Stratotanker juga mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.

Kehilangan aset-aset ini memberikan dampak berat bagi kemampuan militer Amerika Serikat karena KC-135 merupakan tulang punggung pengisian bahan bakar di udara yang mendukung operasi jarak jauh jet tempur.

Sementara E-3 Sentry berperan sebagai platform komando dan kendali yang vital mampu mendeteksi ancaman dalam radius luas secara menyeluruh.

Hilangnya satu unit E-3 Sentry membawa konsekuensi strategis yang jauh lebih luas daripada sekadar kerugian materiil pesawat tunggal.

Pesawat ini bertindak sebagai pos komando udara yang menghubungkan jet tempur pengebom serta komandan di darat dalam satu sistem operasional terpadu.

Heather Penney mantan pilot F-16 dan Direktur Riset di Mitchell Institute for Aerospace Studies menyatakan bahwa nilai E-3 serta para pengelola pertempuran di dalamnya terletak pada kemampuan mereka melihat gambaran besar.

Mereka adalah pemain catur sementara pilot jet tempur berperan sebagai bidak-bidaknya.

Tanpa kehadiran E-3 Sentry kemampuan koalisi untuk mengelola ruang udara merespons peluncuran rudal serta menyinkronkan serangan kompleks akan mengalami penurunan tajam.

Akurasi serangan ini menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan analis militer karena Iran berhasil menyasar aset bernilai tinggi yang diparkir di lokasi tertentu bukan secara acak.

Hal tersebut memunculkan dugaan bahwa Iran memperoleh dukungan intelijen dari sekutu global untuk meningkatkan kemampuan pengawasannya.

Serangan presisi ini mengindikasikan akses Iran terhadap informasi intelijen berkualitas tinggi mengenai pola operasional di pangkalan yang juga menampung jet tempur canggih seperti F-35A Lightning dan F-15E Strike Eagle.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung