Berita, Internasional

Satelit Ungkap Perubahan Sungai Trishuli Pasca-Banjir Dahsyat di Perbatasan Nepal-China

Repelita.net

05 September 2026 23:18 WIB • 477 view

Satelit Ungkap Perubahan Sungai Trishuli Pasca-Banjir Dahsyat di Perbatasan Nepal-China
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Keadaan bentang alam di wilayah aliran air yang memisahkan dua negara Asia Selatan mendadak berubah drastis setelah dihantam bencana hidrometeorologi ekstrem.

Fenomena perubahan kondisi geografis yang sangat mencolok pada wilayah perairan tersebut berhasil terekam dengan jelas oleh teknologi pemantauan ruang angkasa.

ADVERTISEMENT

Lembaga antariksa merilis sejumlah hasil tangkapan visual dari udara yang menunjukkan situasi wilayah aliran sungai sebelum dan sesudah terjangan air bah.

Berdasarkan perbandingan citra foto yang dipublikasikan, area di sekitar aliran air tersebut kini dipenuhi oleh hamparan material endapan yang sangat tebal.

Luapan arus yang membawa volume air dalam jumlah masif dilaporkan mengalir dengan sangat deras dari kawasan pegunungan tinggi di sekitarnya.

Aliran kuat tersebut mengangkut berbagai macam material padat seperti lumpur pekat, batu-batuan, hingga puing-puing bangunan yang hancur.

Para ahli menduga kuat bahwa pemicu utama dari fenomena alam yang merusak ini adalah fenomena kegagalan struktur atau runtuhnya tumpukan gletser.

Suhu global yang fluktuatif dituding menjadi faktor akselerasi melelehnya dinding-dinding es di area puncak tertinggi perbatasan kedua wilayah berdaulat.

Dampak fatal dari terjangan air bah ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dalam jumlah yang sangat besar di wilayah pemukiman lereng gunung.

Otoritas setempat melaporkan ribuan penduduk dinyatakan meninggal dunia sementara proses pencarian terhadap ratusan warga hilang masih terus berjalan.

Kondisi serupa juga melanda area kedaulatan tetangga di mana puluhan orang dilaporkan kehilangan nyawa akibat terjebak material longsoran.

Akses transportasi antarnegara sempat terputus total karena jalur logistik utama tertimbun oleh endapan lumpur pekat setinggi beberapa meter.

Tim penyelamat gabungan dari berbagai unsur terus dikerahkan ke titik-titik krusial demi mengevakuasi para penyintas yang masih terjebak di area terisolasi.

Melalui pantauan berkala dari orbit bumi, pihak berwenang berharap dapat memetakan jalur evakuasi baru serta mengantisipasi potensi munculnya bencana susulan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung