Berita, Nasional

Said Didu Sebut Ada Gerakan Sistematis dari Geng Solo untuk Memojokkan JK, Jubir PSI: Dikit-dikit Solo, Tempe Jatuh Pun Solo! Hormati Pandangan Orang Lain

Repelita.net

19 April 2026 14:30 WIB • 964 view

Said Didu Sebut Ada Gerakan Sistematis dari Geng Solo untuk Memojokkan JK, Jubir PSI: Dikit-dikit Solo, Tempe Jatuh Pun Solo! Hormati Pandangan Orang Lain
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Polemik terkait narasi yang menyudutkan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla terus bergulir, dan kali ini mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu ikut angkat bicara menyinggung adanya dugaan gerakan sistematis di balik framing tersebut.

Setelah Pak JK melaporkan Rismon dan minta Jokowi tunjukkan ijazah asli untuk menghentikan kegaduhan, terjadi gerakan sistematis memojokkan Pak JK, ujar Said Didu dikutip pada Selasa, 14 April 2026.

ADVERTISEMENT

Ia bahkan menyebut dugaan sumber gerakan tersebut setelah melakukan penelusuran, dengan mengatakan bahwa gerakan tersebut diduga sangat keras bersumber dari Geng Solo.

Publik makin paham dan tidak akan diam, tandas Said Didu menegaskan bahwa masyarakat kini semakin memahami situasi yang terjadi.

Menanggapi pernyataan tersebut, Juru Bicara PSI Dian Sandi Utama geram dan memberikan tanggapan dengan nada menohok, mengatakan bahwa penyebutan Solo dalam berbagai isu kerap dilakukan secara berlebihan.

Dikit-dikit Solo, tempe jatuh pun Solo! sesal Dian Sandi Utama merespons tuduhan yang mengarah pada kelompok tertentu.

Dian juga mengingatkan agar setiap pihak menghormati pandangan organisasi lain dan tidak memperkeruh suasana dengan tuduhan yang tidak berdasar.

Ia menekankan bahwa langkah melaporkan persoalan ke aparat penegak hukum merupakan pilihan yang lebih tepat daripada ribut-ribut di bawah.

Sebelumnya, cendekiawan Nahdlatul Ulama Gus Hilmi Firdausi juga angkat suara menanggapi framing negatif yang belakangan terus diarahkan kepada Jusuf Kalla.

Pak JK itu jasanya sangat besar dalam mendamaikan konflik antar umat beragama di Indonesia, ujar Gus Hilmi dikutip pada Selasa, 14 April 2026.

Ia menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar jika melihat rekam jejak Jusuf Kalla dalam menjaga kerukunan di Indonesia.

Lalu mana mungkin beliau berniat menistakan salah satu agama? tandas Gus Hilmi mempertanyakan logika di balik tuduhan yang dialamatkan kepada mantan wakil presiden tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung