Berita, Peristiwa

Sahroni Dukung Pelarangan Sound Horeg yang Rusak Fasilitas dan Makan Korban Jiwa

Repelita.net

03 September 2026 15:14 WIB • 678 view

Sahroni Dukung Pelarangan Sound Horeg yang Rusak Fasilitas dan Makan Korban Jiwa
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pimpinan lembaga legislatif tingkat pusat melayangkan dukungan penuh terhadap kebijakan pelarangan penyelenggaraan karnaval pengeras suara berkekuatan ekstrem yang kerap meresahkan warga.

Fenomena kebisingan jalanan tersebut dinilai sudah keluar dari batas kewajaran hiburan rakyat karena dampaknya yang terlampau merusak ketertiban umum.

ADVERTISEMENT

Kecaman keras ini muncul menyusul catatan kelam serangkaian insiden di wilayah Jawa Timur yang berujung pada jatuhnya korban jiwa selama bulan Agustus lalu.

Aktivitas hiburan malam yang biasa dilakukan di ruang tertutup kini bergeser bebas ke area publik tanpa memandang batasan usia penonton.

Saya rasa kalau untuk hiburan saja ini sudah terlalu jauh ya, karena sampai memakan korban. Belum lagi warga seperti orang tua, anak bayi, orang sakit yang semakin terganggu karena adanya sound horeg di daerahnya. Gangguan seperti ini tidak bisa kita normalisasi karena

Dampak negatif dari penggunaan perangkat pengeras suara berukuran raksasa itu dirasakan langsung oleh kelompok rentan di lingkungan pemukiman padat penduduk.

Kerugian materiel maupun immateriel yang diderita oleh masyarakat sekitar dinilai jauh lebih besar dibandingkan dengan nilai hiburan yang ditawarkan.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran serius mengingat keterlibatan anak-anak di bawah umur dalam menikmati suguhan hiburan malam di ruang terbuka.

Lama-lama sound horeg ini ibarat aktivitas dugem yang dibawa ke jalanan. Yang mana seharusnya untuk umur 21+, tapi sekarang malah bisa dilihat anak kecil. Pakai dancer-dancer pula sekarang, dan kerap jadi ajang orang minum-minum alkohol. Ini jelas banyak mudharatnya bagi masyarakat sekitar

Kerusakan sarana prasarana umum turut menghiasi catatan buruk dari pelaksanaan pawai pengeras suara berkekuatan masif di berbagai daerah.

Tindakan anarkis kelompok pengiring sering kali merusak fasilitas jalan raya akibat kendaraan pengangkut yang gagal melintas jalur tertentu.

Belum lagi soal infrastruktur dan fasilitas yang dirusak. Bahkan dulu perkara truk sound horeg tidak bisa lewat, mereka sampai hancurkan jembatan dan pembatas jalan

Aparat penegak hukum didesak untuk segera mengambil langkah tegas berupa evaluasi menyeluruh serta penghentian aktivitas serupa demi ketentraman publik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung