Repelita Jakarta - Dinamika fluktuasi nilai tukar mata uang garuda terhadap dolar Amerika Serikat kembali memicu keprihatinan mendalam setelah menembus angka tujuh belas ribu lima ratus rupiah pada pekan ini.
Di tengah guncangan sektor moneter tersebut, para pengguna platform digital beramai-ramai mengedarkan kembali rekam jejak pernyataan tertulis masa lalu milik Presiden Prabowo Subianto di media sosial.
ADVERTISEMENT
Dokumen digital yang bersumber dari tulisan belasan tahun silam tersebut berisi kecaman keras sang tokoh atas ambruknya kurs rupiah yang kala itu masih berada pada kisaran dua belas ribu rupiah.
“Kondisi rupiah saat ini adalah bukti ekonomi bangsa telah salah urus.”
Pernyataan menohok di masa lalu itu kini dijadikan bumerang politik oleh netizen guna merefleksikan performa kabinet bentukan sang mantan jenderal yang kini bertindak sebagai penguasa tertinggi.
Warganet secara masif membandingkan kualitas pengelolaan fiskal periode ini dengan rangkaian kritik idealis yang sering diembuskan oleh sang pemimpin ketika dirinya masih berada di luar lingkar kekuasaan.
Anjloknya marwah mata uang domestik ini seketika memantik kegaduhan di jagat maya serta memicu keraguan publik atas komitmen jajaran menteri sektor keuangan dalam memitigasi risiko inflasi barang impor.
Kendati demikian, otoritas moneter berdalih bahwa runtuhnya ketahanan rupiah bukan murni akibat kelalaian internal melainkan imbas dari masifnya pelarian modal asing dari pasar negara berkembang.
Faktor eksternal berupa tingginya tensi pertempuran geopolitik global serta pengetatan kebijakan suku bunga bank sentral barat diyakini menjadi pemicu utama ambruknya aneka mata uang di Asia.
Hancurnya nilai tukar ini dikhawatirkan bakal menggerus daya beli masyarakat kelas bawah secara drastis mengingat operasional industri nasional masih sangat bergantung pada pasokan bahan baku luar negeri.
Guna meredam kepanikan pasar, Bank Indonesia bersama kementerian terkait mengeklaim telah melangsungkan operasi pasar serta merancang intervensi moneter ketat demi menjaga marwah stabilitas ekonomi nasional.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok