Berita, Timur Tengah

Rudal Iran hantam Yordania lagi, sirene bahaya menggema di Aqaba dalam serangan terbaru ke Timur Tengah

Repelita.net

23 July 2026 19:19 WIB • 688 view

Rudal Iran hantam Yordania lagi, sirene bahaya menggema di Aqaba dalam serangan terbaru ke Timur Tengah
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Gelombang peluru kendali dilaporkan kembali menghantam kawasan Timur Tengah dalam sebuah insiden militer berskala luas.

Aksi militer tersebut memicu bunyi sirene darurat di wilayah Aqaba serta memaksa aparat pertahanan Yordania melumpuhkan empat proyektil udara.

ADVERTISEMENT

Sejumlah proyektil itu berhasil dilumpuhkan sebelum mencapai titik target, sementara dua unit lainnya jatuh di zona tak berpenghuni.

Pemerintah setempat memastikan tidak ada korban jiwa yang timbul akibat jatuhnya sisa material proyektil tersebut.

Aspek visual dari insiden itu memperlihatkan kepulan asap tebal yang tampak jelas dari kawasan Eilat di seberang Teluk Aqaba.

Militer Amerika Serikat di sisi lain mengonfirmasi telah merampungkan rangkaian malam kesebelas operasi pemboman udara terarah ke Iran.

Washington menargetkan fasilitas penyimpanan kendaraan tanpa awak serta hanggar perlengkapan armada militer sebagai sasaran utama.

Kantor berita resmi Teheran, IRNA, mengonfirmasi aktivasi sistem pertahanan udara di sekitar ibu kota menyusul suara ledakan keras.

Beberapa wilayah administratif termasuk Bushehr, Hamadan, hingga Khuzestan turut melaporkan adanya getaran ledakan serupa.

Sebelum insiden perbatasan Yordania, Teheran sempat menargetkan sebuah kapal pengangkut minyak di jalur perairan strategis Selat Hormuz.

Eskalasi pertempuran kian meluas tatkala negara-negara mitra strategis barat seperti Bahrain dan Kuwait turut menjadi sasaran serangan.

Upaya diplomasi sempat ditempuh lewat lawatan Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni ke Pakistan guna meredakan situasi.

Namun perundingan damai tersebut menemui jalan buntu menyusul runtuhnya kesepakatan gencatan senjata sebelumnya.

Pemerintahan Washington melalui pimpinan tertingginya menutup pintu rapat-rapat terkait peluang dialog lanjutan dengan pihak Teheran.

“Tidak ada yang menarik di pertemuan itu,” ujar Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat memberikan keterangan pers dari ruang kerjanya.

Situasi keamanan kawasan kian memburuk setelah kelompok milisi Houthi mendeklarasikan pembatasan jalur pelayaran maritim terhadap Arab Saudi.

Kebijakan blokade laut tersebut memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas suplai energi serta jalur perdagangan internasional (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung