Repelita Jakarta - Mahkamah Konstitusi dinilai telah mengambil langkah aman atau cuci tangan menyikapi gugatan terkait keabsahan persyaratan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Keputusan tersebut dituding sengaja melemparkan persoalan hukum yang pelik agar bermetamorfosis menjadi komoditas politik di parlemen.
ADVERTISEMENT
Pandangan kritis tersebut disampaikan oleh pengamat politik sekaligus anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Rocky Gerung.
Informasi itu sebelumnya diunggah oleh akun YouTube Akbar Faizal.
Dalam pemaparannya, ia menyebut bahwa lembaga peradilan konstitusi kini memindahkan keresahan publik menahun ke Senayan.
Mahkamah menyediakan diri untuk menyeberangkan keresahan publik yang bertahun-tahun ini supaya dia jadi mainan DPR.
Jadi, dia kirim bola panas ke DPR, ujar Rocky menjelaskan implikasi dari putusan tersebut.
Alih-alih memutus secara tegas, pengadilan dinilai justru menciptakan arena perdebatan baru yang melibatkan para wakil rakyat secara langsung.
Dampak ikutan dari dinamika tersebut mulai terasa di berbagai daerah melalui aksi protes simbolis di tengah masyarakat.
Kita lihat misalnya gejala beberapa hari ini, beberapa daerah ketua DPRD-nya dia turunin aja fotonya Gibran.
Jadi bayangkan impact politik dari putusan Mahkamah itu, tutur Rocky menyoroti situasi yang berkembang.
Ia mengingatkan agar kemarahan publik tidak terus terakumulasi dari berbagai rentetan kontroversi dokumen pendidikan sebelumnya.
Mulai dari polemik ijazah mantan Presiden Joko Widodo hingga persoalan dokumen pendidikan Gibran harus disikapi secara bijak.
Opsi pengunduran diri secara sukarela dinilai sebagai jalan paling bermartabat untuk meredakan ketegangan politik nasional.
Langkah tersebut penting agar stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tetap terjaga tanpa terbebani kontroversi wakilnya.
Presiden juga disarankan untuk tidak ikut campur memberikan tanggapan terbuka agar posisinya tetap steril dari pusaran masalah.
Maka presiden akan susah untuk mengucapkan sesuatu ketika psikologi publik menuntut supaya Pak Presiden dipancing untuk terlibat memberi komentar.
Nggak boleh, tegas Rocky menutup pandangannya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok