Berita, Nasional

Rocky Gerung Masuk Istana, Adi Prayitno Singgung Soal Ujian Iman Politik Penguasa

Repelita.net

04 October 2026 22:01 WIB • 109 view

Rocky Gerung Masuk Istana, Adi Prayitno Singgung Soal Ujian Iman Politik Penguasa
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pengamat politik nasional Adi Prayitno melontarkan tanggapan menohok terkait bergabungnya pengamat senior Rocky Gerung ke dalam jajaran pemerintahan.

Langkah mengejutkan tersebut terjadi setelah Rocky resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada hari Jumat, 2 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

Pelantikan resmi di Istana Negara tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026 yang diterbitkan awal bulan ini.

Masuknya figur yang selama ini dikenal sebagai kritikus paling tajam terhadap penguasa itu langsung memancing perhatian luas berbagai kalangan masyarakat.

Adi Prayitno menilai fenomena perpindahan posisi tersebut sebagai gambaran nyata mengenai cara kerja kekuasaan dalam mempengaruhi orientasi seseorang.

Pengamat politik tersebut menyampaikan analisisnya melalui pernyataan terbuka yang menyoroti pergeseran sikap tokoh publik di hadapan fasilitas negara.

Kekuasaan itu tak pernah bercerita. Tak perlu dimusuhi. Ia datang begitu saja. Tapi bisa ‘merusak iman politik’ semua orang, ujar Adi Prayitno.

Ia juga menambahkan sindiran keras agar para tokoh tidak perlu menggunakan istilah rumit apabila pada akhirnya hanya ingin menikmati fasilitas kekuasaan.

Dan tak perlu mengutip istilah-istilah filosofis jika hanya sekedar ingin ikut nikmati kekuasaan. Fenomena akhir zaman memang begitu, lanjut Adi.

Menanggapi berbagai kritik yang mengarah kepadanya, Rocky Gerung memberikan penjelasan usai prosesi pelantikan dirinya rampung dilaksanakan di Istana.

Ia berdalih bahwa posisinya saat ini sekadar berpindah tempat dari luar lingkaran kekuasaan menuju ke dalam sistem pemerintahan yang berjalan.

Ya kan cuman pindah, saya cuman pindah dari luar ke dalam. Sikap saya tetap, pandangan saya tetap, radical break. Udah, kata Rocky.

Ia menegaskan bahwa lembaga dewan pertimbangan memiliki kedudukan etis yang berbeda secara prinsip dengan teknis operasional kementerian.

Menurut keterangannya, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan pesan khusus agar fungsi pertimbangan tersebut dijalankan secara profesional.

Tugas dewan adalah mengingat dan menimbang. Penetapannya ada pada Presiden. Jadi kita membuat pertimbangan, user-nya adalah Bapak Presiden, jelasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung