Repelita Jakarta - Perdebatan warganet mengenai pandangan Rocky Gerung kembali ramai setelah sejumlah pengguna media sosial menyampaikan kritik terhadap sikapnya yang dinilai berbeda dari pandangan Ferry.
Salah satu unggahan datang dari akun @mugiyulianto yang pada 5 September 2026 menyoroti perbedaan sikap tersebut serta menyatakan bahwa dirinya kali ini justru sependapat dengan Ferry dalam menyikapi pemikiran Rocky.
ADVERTISEMENT
"Suka dengan hasil pikiran seseorang, belum tentu selalu setuju bung rok.
Anda sendiri yang juga mengajarkan, menjadi oposisi adalah menggeleng pada setiap hasil pikiran, gagasan yg dungu dan ngaco.
Dan kali ini saya menggeleng dgn hasil pikiranmu rok & setuju dgn bung Feri. Hasil pikiranmu kali ini rusak bung rok, wahai presiden akal sehat😂"
Komentar serupa juga muncul dari akun @arilistyantoro yang mempertanyakan sikap Rocky ketika dinilai terlalu mempertahankan pandangan tertentu meski dianggap keliru oleh sebagian publik.
"Sehebat apapun otaknya kalau memaksakan ego untuk membacking sesuatu yang keliru pasti gagap dan gugup...
Itulah Rocky sekarang, yang akhir akhir ini mempereteli moral dia sendiri"
Sementara itu, akun @boyaditya17 membawa pembahasan ke persoalan supremasi sipil yang menurutnya merupakan salah satu cita-cita penting Reformasi 1998.
"Harusnya dia paham mengenai konsep Supremasi Sipil di mana itu adalah cita-cita awal Reformasi 1998 untuk mencabut kewenangan politik ABRI (TNI/Polri). Jika sekarang militer dikasih peran utk lapangan sipil, ini membuka peluang kembalinya Dwifungsi ABRI dan mengembalikan rezim otoritarianisme ala Orba. Dalam hal ini, saya 1000% sepakat dgn Uda Ferry"
Kritik lainnya disampaikan akun @afrizalzzs yang justru memuji ketenangan Ferry ketika berhadapan dengan Rocky dalam perdebatan tersebut.
"Saya suka ketenangan Uda Ferry menghadapi kesombongan RG. Betul sekali RG sudah kehilangan akal logikanya dengan membela rezim"
Akun @resma_tarasya juga memberikan respons dengan gaya bahasa yang lebih tajam terhadap cara Rocky menyampaikan argumentasinya, sekaligus menyinggung dukungan terhadap Prabowo.
"Nonton gerung ngomong drain bgt, bener2 sesat tp ngotot kepedean ngerasa dia pinter ngomong begitu 😂. Padahal tinggal jujur aja bilang prabowo harga mati gt ya, drpd muter2 retorika doank malah keliatan bgt aki2 ngeyelnya."
Di sisi lain, akun @addeeandra mencoba membedah perdebatan tersebut melalui persoalan logika dan fakta yang menurutnya tidak selalu berada pada posisi yang sama.
"Kuncinya di kalimat RG. Bhw logical fallacy itu fallacy-nya dr logika, bkn fakta. Krn sesuatu yg LOGIS emg belum tentu fakta.
Sebenernya RG tau kalo statement dia ga sesuai fakta, tp sesuai logika (mau fakta atau bukan).
Itu kyk, "espresso rasanya manis, maka americano yg dasarnya espresso + air itu manis"—logis, tp faktanya espresso itu pahit.
RG berusaha moving the goal post utk fokus ke logikanya, tp RG kalah krn bg Ferry tau bhw logikanya ga sesuai fakta. 🗿"
Rangkaian komentar tersebut menunjukkan bahwa perdebatan mengenai pandangan Rocky tidak hanya berhenti pada substansi pernyataannya, tetapi berkembang menjadi perbincangan mengenai konsistensi berpikir, posisi oposisi, supremasi sipil, hingga sikap terhadap pemerintahan.
Ramainya tanggapan juga memperlihatkan adanya perbedaan tajam di antara warganet dalam menilai argumentasi Rocky dan Ferry, dengan sebagian pengguna memilih mengkritik Rocky serta menyatakan dukungan terhadap pandangan Ferry.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads