Berita, Nasional

Robert Rouw Kritik Sistem Keamanan Kereta Api Nasional Dibandingkan Standar Disiplin Jepang

Repelita.net

21 May 2026 19:18 WIB • 723 view

Robert Rouw Kritik Sistem Keamanan Kereta Api Nasional Dibandingkan Standar Disiplin Jepang
Foto: Istimewa

Repelita [Bekasi] - Tragedi tabrakan maut moda transportasi massal berbasis rel di kawasan timur wilayah penyangga ibu kota menuai kecaman keras dari jajaran legislator pusat akibat lambannya penentuan pihak yang bertanggung jawab atas hilangnya belasan nyawa.

Otoritas pengawas mendesak instansi pengelola perjalanan kereta api untuk tidak berlindung di balik dalih malafungsi piranti teknis otomatis yang berada di sepanjang koridor pelintasan.

ADVERTISEMENT

Ulasan tajam mengenai kelemahan sistem manajerial keselamatan transportasi publik tersebut diungkapkan secara terbuka dalam rapat dengar pendapat resmi yang disiarkan melalui saluran YouTube Kompas.com.

Wakil Ketua Komisi Lima Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Robert Rouw, melayangkan kritik menohok dengan membandingkan standar etika kepemimpinan nasional terhadap budaya tanggung jawab korporasi di negara maju.

Ia menilai ada kecenderungan kuat dari jajaran manajemen operasional lokal untuk melempar kesalahan pada faktor perangkat guna mengamankan posisi struktural jabatan masing-masing.

Terkait desakan transparansi investigasi menyeluruh serta sindiran keras atas hilangnya rasa bersalah dari para pengendali perkeretaapian domestik, beliau menegaskan kalimat bahwa "mari kita lihat secara baik mungkin kalau di Jepang diut kereta api mungkin sudah bunuh diri itu merasa bersalah karena korbannya banyak apalagi ibu-ibu iya kan pengendali signal bunuh diri semuanya".

Karakteristik jalur rel yang bersifat eksklusif semestinya menjadikan moda angkutan ini sebagai sarana mobilisasi yang paling aman jika sistem komunikasi darurat dijalankan secara optimal oleh petugas menara.

Langkah pengaburan fakta di lapangan dikhawatirkan akan merusak integritas proses penyelidikan yang tengah dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

Pihak parlemen meminta jajaran kementerian terkait untuk berani membuka seluruh rekaman percakapan masinis secara transparan tanpa ada materiil yang ditutup-tutupi.

Penuntasan perkara ini secara jujur dinilai sangat krusial demi memberikan keadilan hukum bagi keluarga korban meninggal dunia serta mencegah berulangnya kecelakaan sistemik serupa di masa depan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung