Berita, Nasional

Ribuan Mahasiswa dan Buruh Kepung Bundaran HI Tuntut Reformasi Ekonomi Hingga Perlindungan HAM

Repelita.net

28 October 2026 23:14 WIB • 75 view

Ribuan Mahasiswa dan Buruh Kepung Bundaran HI Tuntut Reformasi Ekonomi Hingga Perlindungan HAM
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Gelombang unjuk rasa berskala besar yang digerakkan oleh elemen mahasiswa bersama buruh dan petani memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia Jakarta Pusat pada hari Rabu tanggal 28 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

Aksi demonstrasi inklusif yang digagas bertepatan dengan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tersebut mengusung tajuk utama Indonesia Sadar.

Berdasarkan laporan terkini dari kanal YouTube BREAKING NEWS - Situasi Terkini Unjuk Rasa Mahasiswa (28/10), ribuan peserta aksi tumpah ruah memadati area sentral ibu kota sejak siang hari.

Pergerakan massa ini difungsikan sebagai ruang konsolidasi bersama untuk menyuarakan keresahan rakyat terhadap performa tata kelola pemerintahan nasional.

Pihak aparat keamanan dari unsur gabungan TNI dan Polri dikerahkan secara masif dengan total kekuatan mencapai 9.505 personel guna mengawal jalannya aksi.

Petugas di lapangan juga menyiagakan sejumlah unit kendaraan taktis di sepanjang perimeter Jalan MH Thamrin untuk mengantisipasi potensi eskalasi kericuhan.

Ketegangan serta adu argumentasi sempat meletus di barisan depan lantaran petugas berupaya melakukan penyekatan terhadap laju barisan pengunjuk rasa.

Terdapat kutipan pernyataan yang berbunyi anggaran bazar dinaikin anggaran mencantung polisi siapa yang gaji pejabat siapa yang gaji rakyat siapa yang gaji rakyat yang ditandas siapa rakyat tabrak-tabrak batu benar biar enggak jadi polisi sekarang pengaw senang A engkau masa mahasiswa tiba di Jalan MH Tamrin Jakarta Pusat pada Rabu siang.

Jurnalis lapangan Juan Guardiola melaporkan situasi langsung dari kawasan Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan gedung UOB Plaza sore hari.

Massa dilaporkan tertahan oleh barikade penjagaan sehingga mereka menggunakan metode dorong secara perlahan demi bisa menembus titik pusat Bundaran HI.

Sementara itu, jurnalis Givo Morisco mengabarkan situasi dari area dalam lingkaran Bundaran Hotel Indonesia di mana ribuan mahasiswa kompak memakai pakaian biasa tanpa almamater.

Massa secara tegas menggaungkan lima poin desakan krusial yang meliputi penetapan status bencana nasional atas kasus kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

Tuntutan kedua mendesak perbaikan sektor ekonomi melalui penghentian pemborosan APBN berkedok program populis seperti Makan Bergizi Gratis serta Koperasi Desa Merah Putih.

Poin ketiga menyuarakan penurunan biaya pendidikan tinggi serta penyediaan lapangan kerja yang berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat sipil.

Selanjutnya, massa menuntut adanya reformasi hukum pidana yang bersih serta pemberantasan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme secara menyeluruh.

Poin terakhir mendesak jaminan perlindungan Hak Asasi Manusia, penghentian militerisasi di ruang sipil, serta kebebasan berpendapat bagi publik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan pihak keamanan tetap mengedepankan pendekatan persuasif serta humanis dalam pengamanan.

Ia menyampaikan maklumat resmi yang berbunyi kami sampaikan bahwa penyampaian aspirasi itu merupakan hak konstitusi seluruh warga masyarakat dan itu diperbolehkan diatur dalam Undang-Undang 9 tahun 98 ee personil dari TNI PORI PEMPR DKI dan Pamdal hari ini ee melakukan pengawalan pengamanan terhadap penyampaian aspirasi dengan baik.

Budi Hermanto juga menambahkan penekanan vital yang berbunyi yang perlu menjadi penekanan adalah keselamatan peserta aksi penyamban aspirasi dan keselamatan dari seluruh masyarakat yang memiliki aktivitas menjadi prioritas utama petugas TNI PORI Pamper of DKI dan Pamdal nah ini harus kita sepakati.

Selain di Jakarta, gejolak pergerakan massa dalam memperingati Sumpah Pemuda ini dilaporkan turut berlangsung serentak di wilayah Yogyakarta dan Gorontalo.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung