Repelita [Jakarta] - Lawatan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, ke Provinsi Lampung sejak Jumat hingga Minggu (26-28/6/2026) menyampaikan riak keluhan dari warga setempat.
Salah satu tanda penolakan tersebut terlihat di pintu masuk kawasan Taman Wisata Purbakala Pugung Raharjo, Lampung Timur, di mana atribut penyambutan tiba-tiba hilang.
ADVERTISEMENT
Baliho yang sebelumnya terpasang di lokasi tersebut dilaporkan hilang akibat aksi pencopotan paksa yang diduga dipicu oleh ketidaksukaan sejumlah elemen tokoh adat setempat.
Selain itu, gelombang aksi penolakan juga mulai mengemuka di dunia maya berupa seruan unjuk rasa di Tugu Adipura, Bandar Lampung, sebagai bentuk persetujuan atas kehadiran mantan kepala negara itu.
Ketua Umum Brigade Rakyat Nusantara, Relly Reagen, mengaku belum memuat adanya tindakan perusakan atribut maupun rencana aksi pemaksaan oleh kelompok masyarakat.
"Saya tidak tahu. Saat ini saya sedang fokus mengawal proses penerimaan gelar adat dari lima kerajaan di Kedaton Keagungan, Kota Sepang, Way Halim, Bandar Lampung," ujar Relly saat dikonfirmasi, Sabtu (27/6/2026).
Meski suasana sempat memanas, Relly memastikan seluruh rangkaian kegiatan Jokowi di Bumi Ruwa Jurai tetap berjalan sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan sebelumnya.
Kegiatan diawali dengan prosesi penganugerahan gelar adat, kemudian dilanjutkan dengan agenda internal partai politik serta kunjungan ke sejumlah lokasi strategis.
Jokowi juga mengadakan peninjauan beberapa titik UMKM serta melakukan interaksi langsung dengan masyarakat di wilayah Pesawaran dan Pringsewu hingga akhir pekan ini.
Rangkaian kunjungan tersebut ditutup dengan kegiatan Kirab Budaya serta silaturahmi ke lembaga keagamaan sebelum kembali bertolak menuju Ibu Kota. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok