Berita, Nasional

Rektor UI Tolak Skema Satu Kampus Satu Dapur MBG Perlu Kajian Mendalam

Repelita.net

05 May 2026 21:00 WIB • 797 view

Rektor UI Tolak Skema Satu Kampus Satu Dapur MBG Perlu Kajian Mendalam
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Rektor Universitas Indonesia (UI), Heri Hermansyah, memberikan sorotan tajam terhadap wacana "satu kampus satu dapur" yang diusulkan oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, dalam rangka mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digalakkan pemerintah .

Menurut Heri, usulan yang mengharuskan setiap perguruan tinggi memiliki minimal satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut tidak bisa diputuskan secara sederhana dan perlu melalui tahapan kajian yang mendalam sebelum benar-benar diterapkan .

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan bahwa tugas utama dan mandat dari sebuah institusi perguruan tinggi sudah sangat jelas tertuang dalam tridharma, yaitu pendidikan, penelitian dan pengembangan inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat .

Fokus inti ini, menurut Rektor UI, tidak boleh tergeser atau terganggu oleh program-program lain yang berada di luar koridor keilmuan, termasuk operasional dapur massal seperti SPPG untuk MBG .

Heri kemudian memberikan alternatif solusi yang lebih realistis dan aplikatif, yaitu menyerahkan pengelolaan dapur MBG tersebut kepada unit-unit usaha yang dimiliki oleh perguruan tinggi .

Ia mencontohkan keberadaan Wisma Makara di lingkungan UI yang saat ini sudah memiliki dapur profesional dan berpengalaman dalam mengelola layanan konsumsi untuk para tamu hotel .

"Universitas itu kan kita memiliki banyak unit usaha. Ada yang punya hotel misalnya. Misalnya kita UI punya Wisma Makara. Di dalam Wisma Makara itu ada dapur yang sudah biasa melayani masakan dan lain-lain untuk tamu hotel dan lain-lain," kata Heri di Kampus UI, Depok, pada Senin, 4 Mei 2026 .

"Nah seandainya nanti ada MBG pun, perlu dikaji terlebih dahulu ya. Tentunya bukan di universitasnya, tetapi di unit usahanya yang lebih relevan," lanjutnya menjelaskan posisi tegasnya .

Dengan pendekatan ini, Heri menilai bahwa keberadaan dapur MBG di kampus tidak akan mengganggu fungsi utama universitas, karena secara struktur dan manajemen penanganannya dipisahkan melalui badan usaha .

"Jadi bukan di universitasnya yang memiliki tugas yang sudah jelas, yaitu pendidikan, riset inovasi dan pengabdian masyarakat. Unit usaha yang relevan, yang tentunya seharusnya nanti yang menanganinya," jelas Heri mengakhiri pernyataannya .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung