Berita, Nasional

Razman Arif Nasution Bantah Klaim JK: Jokowi Jadi Gubernur dan Presiden Bukan Karena Jasa Jusuf Kalla

Repelita.net

25 April 2026 15:06 WIB • 941 view

Razman Arif Nasution Bantah Klaim JK: Jokowi Jadi Gubernur dan Presiden Bukan Karena Jasa Jusuf Kalla
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Ketua Umum Kami Jokowi Gibran, Razman Arif Nasution, menanggapi pengakuan Jusuf Kalla (JK) yang menyebut dirinya berperan menjadikan Jokowi sebagai gubernur hingga presiden.

Hal ini diungkapkan Razman usai bertemu langsung dengan Presiden ke-7 RI itu baru-baru ini, dan videonya pun sontak viral di berbagai platform media sosial pada Jumat, 24 April 2026.

ADVERTISEMENT

"Ini saya jelasin ya bahwa Pak JK itu hanya sekali menghubungi Pak Jokowi. Ini dari Pak Jokowi nih," ujar Razman dalam keterangannya yang dikutip pada Sabtu, 25 April 2026.

Razman menegaskan bahwa jika ada pihak yang menyebut Jokowi bisa menjadi presiden karena jasa JK, maka informasi tersebut merupakan kekeliruan besar.

"Jadi nggak benar kalau beliau (JK) itu yang menjadikan. Terus apa yang disampaikan Pak Jokowi dengan fair? Beliau bilang, yang benar itu. Ada peran Pak Hashim dan Pak Prabowo. Ada peran Bu Mega. Itu benar," tukasnya.

Menurut Razman, yang benar adalah Prabowo Subianto berkomunikasi dengan adiknya, Hashim Djojohadikusumo, lalu disampaikan langsung ke Jokowi.

"Sehingga ada pertemuan satu dua kali di salah satu tempat di Jakarta untuk menggodok (Pilkada DKI Jakarta). Jadi Pak Jokowi membenarkan pernyataan Pak Hashim," imbuhnya.

Lebih jauh, pengacara kontroversial ini mengungkapkan bahwa pertemuan atau komunikasi antara Jokowi dan JK kala itu hanya terbilang sekali.

"Jadi kalau ada bahasa menjadikan jadi presiden, menjadikan jadi gubernur itu tidak benar," Razman menuturkan dengan tegas.

"Apalagi untuk menentukan cawapres. Pak Jokowi tidak ikut-ikut. Ini untuk informasi penting," tambahnya menegaskan.

Razman menjelaskan bahwa pemilihan JK sebagai cawapres Jokowi pada tahun 2014 tidak melibatkan Jokowi, melainkan atas ketentuan partai politik pendukung.

"Pak JK itu jadi cawapres, Pak Jokowi tidak melibatkan diri. Beliau hanya menerima. Karena beliau paham bahwa dia diajukan," imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa Jokowi tidak memiliki kepentingan untuk memilih calon sendiri apalagi jika ingin melakukan hal negatif kepada negara.

"Beliau dengan senang hati menerima. Sehingga berpasanglah dengan Pak JK. Ya kalau ada bahasa-bahasa Pak JK, beliau yang mengantar, ya beliau cuma bilang senyum. Udahlah Pak Razman aja lah yang menafsirkan sendiri," terangnya.

Razman juga menegaskan bahwa sesuatu yang pasti dan tidak bisa dibantah oleh para pengkritik adalah Jokowi merupakan presiden dua periode yang dipilih langsung oleh rakyat.

"Karena beliau dianggap mumpuni menjadi presiden dan beliau juga menjadi presiden. Ada pun yang lain-lain, Pak Jokowi tidak pernah terlibat. Apakah benci kepada Pak JK? Tidak," tandasnya.

"Apakah benci kepada Bu Mega? Tidak. Ini hanya masalah pilihan. Maksudnya hari ini, pilihan politik mungkin berbeda, tapi tidak ada benci di dalam diri. Kira-kira begitu," pungkas Razman mengakhiri pernyataannya.

Sebelumnya, JK akhirnya buka suara terkait tudingan dirinya mendanai polemik ijazah presiden ke-7 RI dan membantah keras tuduhan tersebut.

Ia mengaku kesal karena namanya ikut terseret dalam isu yang dinilai tidak berdasar saat jumpa pers di kediamannya pada Sabtu, 18 April 2026.

"Saya marah kenapa? Apalagi saya dituduh kasih Rp5 M, mana saya kasih Rp5 M? Ketemu aja tidak tahu saya, kenal pun tidak," tegas JK kala itu.

Dalam kesempatan yang sama, JK juga mengklaim dirinya sebagai sosok yang mendorong Jokowi masuk ke panggung politik nasional.

"Kasih tahu semua itu, Jokowi jadi presiden karena saya," ucap JK dengan tegas di hadapan awak media.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung