Berita, Hukum

Ratusan Mahasiswa Makassar Desak Tangkap Dalang Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Repelita.net

06 April 2026 18:11 WIB • 799 view

Ratusan Mahasiswa Makassar Desak Tangkap Dalang Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Foto: Istimewa

Repelita Makassar - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Makassar Berisik menggelar aksi solidaritas untuk Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman air keras oleh oknum TNI di bawah Flyover Kecamatan Panakkukang pada Senin, 6 April 2026.

"Korban TNI, Andrie Yunus. Negara bukan milik aparat! Jangan lindungi dalang teroris," tulis para mahasiswa pada spanduk berukuran sekitar 2 kali 8 meter yang digantung di flyover.

ADVERTISEMENT

Para mahasiswa yang berasal dari beberapa kampus dan organisasi tersebut menegaskan bahwa solidaritas merupakan senjata paling ampuh untuk melawan segala bentuk kezaliman.

Melihat perkembangan kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus, mereka mendesak agar otak intelektual di balik kejadian itu segera ditangkap dan diusut secara transparan.

"Jika senjata mereka adalah air keras maka senjata kita merupakan solidaraitas kawan-kawan sekalian," teriak seorang orator di depan ratusan massa aksi.

Sejumlah ban tampak dibakar oleh massa aksi sambil terus meneriakkan protes mereka terhadap proses pengusutan kasus yang dinilai berupaya ditutup-tutupi.

"Tangkap aktor intelektual dibalik kasus Andrie Yunus, Reformasi TNI dan Polri, adili palaku penyiraman air keras ke Peradilan Sipil, usut tuntas pelaku penyiraman air keras Andrie Yunus," tegas para demonstran.

Sekitar pukul 16.25 WITA, suara klakson dari kendaraan yang merasa terhalang jalannya pun saling bertabrakan dengan orasi pengunjuk rasa.

Suara klakson tersebut seakan meminta kepada para pengunjuk rasa agar tidak menutup seluruh badan jalan.

Kapolsek Panakkukang, Kompol Ema Ratna, bersama anggotanya dibantu petugas Lalulintas Polrestabes Makassar masih berada di sekitar lokasi untuk memantau jalannya aksi hingga berita ini diturunkan.

Pusat Polisi Militer TNI tengah fokus mengungkap sosok aktor intelektual di balik penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus yang terjadi pada Kamis tengah malam, 12 Maret.

Meskipun sudah mengamankan empat orang terduga pelaku, dalang di balik aksi teror tersebut masih menjadi misteri yang harus dipecahkan melalui berbagai langkah penyidikan.

Komandan Puspom TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto, menegaskan bahwa proses pencarian pelaku utama terus dilakukan dengan mengumpulkan saksi dan bukti-bukti yang diperlukan.

"Yang terkait dalam perintah siapa (di balik aksi penyiraman air keras) jadi nanti kami masih sedang kami dalami. Karena perlu istilahnya pengumpulan saksi, kemudian bukti-bukti yang ada," katanya.

Yusri memastikan bahwa keempat terduga pelaku merupakan anggota Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis TNI yang berasal dari matra TNI AL dan TNI AU.

"Kami sampaikan bahwa keempat yang diduga pelaku itu semuanya anggota dari Denma BAIS TNI. Jadi, bukan dari satuan mana-mana, tapi dari Denma BAIS TNI," jelasnya.

Lebih lanjut, Yusri mengungkapkan bahwa para pelaku berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES yang terdiri dari perwira pertama dan bintara.

"Jadi, sekarang yang diduga keempat tersangka (terduga pelaku) itu sudah kami amankan di Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman ke tingkat penyidikan," bebernya.

Puspom TNI juga akan membuat laporan polisi, melakukan penahanan sementara, dan mengajukan permohonan visum et repertum ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Sementara itu, Polri membentuk tim gabungan yang terdiri dari penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Ditreskrimum Polda Metro Jaya, dan Bareskrim Polri sebagai wujud keseriusan mengungkap kasus ini.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menyampaikan bahwa tim gabungan bekerja dengan mendatangi lokasi kejadian, mengumpulkan bukti, meminta keterangan saksi, serta mengamankan rekaman CCTV.

"Kami melakukan upaya penyelidikan, melakukan analisis terhadap CCTV dan analisis terhadap saluran komunikasi yang ada," jelasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung