Berita, Nasional

Qodari Tanggapi Dingin Isu Kudeta dari Noel: Urusan Penegakan Hukum Bukan Spekulasi Politik

Repelita.net

05 June 2026 15:41 WIB • 784 view

Qodari Tanggapi Dingin Isu Kudeta dari Noel: Urusan Penegakan Hukum Bukan Spekulasi Politik
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menanggapi dingin pernyataan yang dilontarkan oleh mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel.

Noel sebelumnya melontarkan isu mengenai adanya dugaan eskalasi politik yang ditujukan untuk melengserkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

Pernyataan tersebut mencuat sesaat setelah Noel divonis empat setengah tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat.

Noel sempat mengklaim bahwa akan ada serangkaian penangkapan terhadap para pejabat pemerintah oleh aparat penegak hukum, terutama Komisi Pemberantasan Korupsi, sebelum upaya penggulingan kekuasaan terjadi.

Menanggapi hal tersebut, Qodari menegaskan bahwa urusan penegakan hukum adalah wewenang lembaga terkait dan tidak bisa dikaitkan dengan narasi spekulatif semacam itu.

"Ditangkap itu urusan penegak hukum, tidak bisa dia sampaikan seolah-olah seperti ini," tegas Qodari saat berada di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat, 5 Juni 2026.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah termakan isu yang belum terbukti kebenarannya, serta senantiasa berpijak pada fakta yang ada.

Qodari juga menilai klaim mengenai upaya penggulingan kekuasaan yang dikaitkan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat tidak perlu disikapi secara berlebihan.

Ia memastikan bahwa pemerintah melalui Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia terus melakukan evaluasi intensif untuk memperkuat kembali nilai mata uang nasional.

"Bapak Presiden selalu evaluasi. Apakah ada rapat, evaluasi jalan terus," tambah Qodari.

Sebelumnya, Noel menyatakan bahwa situasi politik saat ini telah mencapai tahap krusial di mana ia menduga adanya konsolidasi dari berbagai elemen masyarakat untuk menurunkan Presiden Prabowo.

"Konsolidasi sipil, mahasiswa, buruh, dan semuanya. Tinggal satu, butuh satu pemicu. Dan (Reformasi) 98 jilid dua akan terjadi tidak lama lagi," ujar Noel usai pembacaan vonis.

Noel bahkan memberikan saran agar Presiden Prabowo menjalin kedekatan khusus dengan PDIP dan Rizieq Shihab karena dianggap sebagai tokoh strategis yang dapat membantu jika posisi kekuasaan terancam di kemudian hari. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung