Berita, Nasional

Profesor Siti Zuhro Ungkap Alasan Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet Demi Putus Mata Rantai Politik Solo

Repelita.net

15 October 2026 15:34 WIB • 69 view

Profesor Siti Zuhro Ungkap Alasan Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet Demi Putus Mata Rantai Politik Solo
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Dinamika politik tanah air pascapemilihan presiden kian memanas seiring munculnya keretakan hubungan relasi antara beberapa tokoh nasional di tingkat elite kementerian.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan tayangan diskusi kritis yang disiarkan oleh kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Kamis, 15 Oktober 2026, perombakan kabinet dinilai sebagai respons atas situasi kenegaraan saat ini.

Narasumber diskusi Profesor Siti Zuhro memaparkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tampaknya sudah mendeteksi genderang perang politik yang ditabuh oleh Joko Widodo melalui wadah Partai Solidaritas Indonesia.

Langkah taktis yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan reshuffle kabinet hingga tujuh kali berturut-turut merupakan sebuah niatan yang sungguh-sungguh untuk meluruskan tatanan pemerintahan.

Peneliti Utama Politik BRIN Profesor Siti Zuhro mengutarakan pandangannya di dalam video bahwa kebijakan perombakan jajaran menteri pembantu presiden ke depan masih belum akan berhenti.

Langkah pembersihan internal kabinet tersebut diambil demi memenuhi tuntutan publik luas sekaligus memutus mata rantai kendali kekuatan bayang-bayang politik asal Solo yang dinilai terlalu mendominasi.

Selain merombak kursi menteri, ketegangan hubungan politik tersebut dimanifestasikan melalui pergantian pucuk pimpinan tertinggi Korps Bhayangkara dari Jenderal Sigit menuju tampuk kepemimpinan Jenderal Suyudi.

Presiden Prabowo Subianto juga gencar membangun jembatan komunikasi politik secara intensif dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk mematangkan agenda bergabungnya kubu Tengku Umar.

Upaya merangkul PDI Perjuangan sebagai partai pemenang pemilu legislatif kian menguat lantaran Presiden Prabowo Subianto membutuhkan tambahan basis dukungan politik yang besar demi mengamankan target pencapaian nasional.

Langkah perombakan struktur birokrasi strategis ini sekaligus ditujukan untuk mengantisipasi potensi kegaduhan publik yang meluas pascaproses persidangan pembuktian sengketa dokumen di Mahkamah Konstitusi.

Profesor Siti Zuhro menilai bahwa rangkaian manuver politik mandiri ini mempertegas sikap Presiden Prabowo Subianto yang enggan membiarkan jalannya roda pemerintahan terus dihambat oleh kepentingan kelompok elit tertentu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung