Berita, Nasional

Presiden Prabowo Disebut NPD, Pengamat: Itu Penghinaan Personal, Bukan Kritik

Repelita.net

20 July 2026 16:27 WIB • 850 view

Presiden Prabowo Disebut NPD, Pengamat: Itu Penghinaan Personal, Bukan Kritik
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Munculnya berbagai konten media sosial yang menyematkan label gangguan jiwa atau Narcissistic Personality Disorder kepada Presiden Prabowo Subianto mendapat sorotan serius.

Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional, Ayip Tayana, menegaskan bahwa narasi tersebut bukanlah bentuk kritik melainkan sebuah serangan personal yang tidak berdasar.

ADVERTISEMENT

Bangsa ini harus mampu membedakan mana kritik dan mana yang disebut dengan penghinaan.

Bicara Prabowo NPD itu bukan kritik.

Presiden ini kan harus dikritik, tapi kalau membahasakan Presiden dengan NPD itu bukan kritik menurutku, ujar Ayip, Minggu (19/7).

Ayip menilai pola komunikasi semacam itu jauh dari semangat kebebasan berpendapat yang seharusnya menjunjung tinggi etika serta argumentasi logis.

Kritik yang sehat, menurutnya, harus fokus pada evaluasi kinerja dan kebijakan pemerintah bukan malah menyerang kehormatan individu kepala negara.

Di sana tidak ada argumentasinya, tidak ada tanggung jawabnya, yang digunakan hanyalah untuk menyulut emosi, menyulut kemarahan, dan tujuan hanya untuk itu.

Hanya mau orang lain itu marah dengan pernyataan-pernyataannya, ungkapnya.

Fenomena ini menjadi kian memprihatinkan karena konten bermuatan provokatif sering kali mendulang interaksi tinggi di ruang digital publik.

Ia berharap masyarakat lebih dewasa dalam menyikapi kebebasan berpendapat agar tidak terjebak dalam arus kebencian yang merusak tatanan demokrasi.

Di Indonesia, kalau konten yang nadanya negatif ataupun emosional, dan kemudian menyerang kelompok politik tertentu itu cenderung memperoleh engagement yang tinggi.

Janganlah sampai hal-hal seperti itu malah berlarut-larut.

Karena demokrasi ini kan membutuhkan kebebasan berbicara, tapi juga butuh kedewasaan dan tanggung jawab, sambungnya.

Terkait legitimasi, Ayip mengingatkan bahwa Presiden Prabowo memenangkan pemilu dengan mandat rakyat yang sangat signifikan dan jelas.

Secara elektoral dan konstitusional, Pak Prabowo menang 58 persen dengan sekali putaran melawan 2 orang kandindat yang mestinya bisa 2 putaran.

Itu legitimasinya kuat sekali, tegasnya menutup pernyataan. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung