Berita, Sport

Presiden FIFA Pastikan Iran Tetap Ikut Piala Dunia 2026 Meski Perang dengan AS Masih Berlangsung, Infantino: Olahraga di Luar Politik

Repelita.net

17 April 2026 21:55 WIB • 961 view

Presiden FIFA Pastikan Iran Tetap Ikut Piala Dunia 2026 Meski Perang dengan AS Masih Berlangsung, Infantino: Olahraga di Luar Politik
Foto: Istimewa

Repelita Washington - Presiden FIFA Gianni Infantino memastikan bahwa tim nasional Iran akan tetap berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 meskipun konflik bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat masih terus berlangsung hingga saat ini.

Pernyataan itu disampaikan Infantino pada Rabu (15/4/2026) dalam forum Invest in America yang digelar CNBC di Washington DC, menyusul kekhawatiran yang muncul sejak pecahnya konflik pada 28 Februari lalu.

ADVERTISEMENT

Situasi perang sempat menimbulkan keraguan besar terkait kesiapan dan kesediaan Iran untuk memenuhi keikutsertaan mereka di turnamen yang telah diamankan sejak Maret 2025 sebagai salah satu tim unggulan Asia.

“Iran pasti akan datang,” ujar Infantino dengan tegas di hadapan para peserta forum.

Infantino juga mengungkapkan harapannya agar situasi geopolitik dapat membaik sebelum turnamen bergulir pada bulan Juni mendatang.

“Kami tentu berharap situasinya menjadi damai. Itu akan sangat membantu. Tapi Iran harus datang. Mereka mewakili rakyatnya, mereka telah lolos, dan para pemain ingin bermain,” kata Infantino.

Optimisme terhadap kehadiran Iran meningkat setelah Infantino mengunjungi tim tersebut dalam pemusatan latihan di Antalya, Turki, pada akhir Maret lalu.

“Saya bertemu mereka dua minggu lalu saat menjalani pemusatan latihan di Antalya. Mereka benar-benar ingin bermain, dan mereka seharusnya bermain. Olahraga seharusnya berada di luar politik,” tambah Infantino.

Piala Dunia 2026 sendiri akan diselenggarakan bersama di tiga negara yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, namun Iran dijadwalkan memainkan seluruh pertandingan fase grup di wilayah Amerika Serikat.

Pada awal Maret, sejumlah pejabat pemerintah Iran sempat menyatakan bahwa tim nasional mereka kemungkinan tidak dapat tampil di turnamen karena tidak dapat melakukan perjalanan ke Amerika Serikat.

Mereka bahkan mengusulkan agar pertandingan Iran dipindahkan ke Meksiko, namun Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengonfirmasi bahwa permintaan itu telah ditolak oleh FIFA.

Badan sepak bola dunia itu menegaskan bahwa turnamen akan tetap berjalan sesuai jadwal tanpa ada perubahan lokasi pertandingan.

Delegasi Iran dijadwalkan tiba di kamp pelatihan di Tucson, Arizona, paling lambat pada 10 Juni menjelang dimulainya turnamen pada 11 Juni hingga 19 Juli.

Iran akan memulai permainan dengan menghadapi Selandia Baru pada 16 Juni di SoFi Stadium, Inglewood, California.

Selanjutnya, Iran akan bertemu Belgia di stadion yang sama pada 22 Juni, sebelum menghadapi Mesir di Seattle pada 27 Juni.

Jika berhasil melaju ke fase gugur, Iran juga kemungkinan besar akan tetap memainkan pertandingan di wilayah Amerika Serikat.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sendiri memberikan pernyataan yang beragam terkait kehadiran Iran di tanah AS.

Trump sempat mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu peduli apakah Iran akan datang atau tidak, namun ia juga menyebut Timnas Iran tetap diterima dan para pemain akan diperlakukan seperti bintang.

Meskipun demikian, Trump juga menyinggung adanya potensi risiko terhadap keselamatan para pemain Iran selama berada di Amerika Serikat di tengah situasi perang yang masih berlangsung.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung