Berita, Nasional

Prajurit TNI Pengawal Arya Wedakarna di Kontes Transpuan Thailand Terkuak, Lanal Langsung Lakukan Investigasi

Repelita.net

03 September 2026 14:30 WIB • 564 view

Prajurit TNI Pengawal Arya Wedakarna di Kontes Transpuan Thailand Terkuak, Lanal Langsung Lakukan Investigasi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Publik tanah air dihebohkan oleh kemunculan seorang prajurit militer yang mendampingi pejabat legislatif daerah asal Bali dalam sebuah kegiatan internasional di luar negeri.

Kehadiran pengawal militer tersebut menuai kontroversi tajam lantaran penugasan pengamanan berlangsung di panggung kontes kecantikan khusus komunitas transgender alih-alih agenda kenegaraan resmi.

ADVERTISEMENT

Ajang internasional yang memperlihatkan keikutsertaan wakil rakyat tersebut diselenggarakan secara meriah di kawasan Bangkok, Thailand, menjelang akhir bulan Agustus tahun ini.

Respons tegas langsung diberikan oleh pimpinan matra angkatan laut setempat setelah rekaman video pengawalan itu viral di berbagai jejaring sosial maya.

Pihak komando militer maritim menyatakan sedang melakukan investigasi mendalam guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran aturan operasional dalam peristiwa tersebut.

Kita sedang mendalami. Kita sedang mempelajari, sedang mendalami, terutama di pihak Lanal sendiri. Nanti kalau memang anggota tersebut terbukti bersalah atau melanggar hukum, akan kita tindak lanjuti secara prosedur. Kita masih mendalami

Konfirmasi status kepegawaian militer dari prajurit bersangkutan pun telah dibenarkan secara terbuka oleh pihak pimpinan instansi terkait di wilayah Bali.

Proses pemeriksaan internal masih berjalan guna meneliti aspek prosedural pemberian izin pengamanan bagi pejabat publik tersebut.

Klarifikasi atas kehebohan video kunjungan kerja luar negeri itu sebelumnya sempat disampaikan oleh sang anggota parlemen lewat akun pribadi @aryawedakarna

tertanggal Kamis 3 September 2026.

Penjelasan tersebut diungkapkan untuk menjawab gelombang pertanyaan bertubi-tubi dari awak media serta masyarakat luas mengenai agenda perjalanannya.

Kepada saudara-saudara, saya banyak sekali mendapat pertanyaan tentang kunjungan kerja saya ke Thailand. Saya mau jawab karena banyak teman wartawan, jadi biar sekalian

Rangkaian agenda perjalanan luar negeri itu diklaim memenuhi undangan resmi dari sebuah lembaga swasta yang pernah menjalin komunikasi langsung sebelumnya.

Selain menghadiri forum diskusi bisnis, agenda kunjungan tersebut juga diisi dengan lawatan ke beberapa tempat ibadah serta promosi potensi wisata nusantara.

Dalam acara itu memang berbagai kalangan. Mungkin kalangan yang dianggap normal, tidak normal. Kita tahu Thailand seperti apa kan. Kita sebagai tamu kan tidak berhak mengomentari terkait panitianya siapa, gendernya apa. Itu kan etika. Kita tidak dalam posisi mengomentari

Status kedatangan dalam acara kontes global tersebut ditegaskan bukan dalam kapasitas resmi mewakili lembaga negara melainkan kapasitas personal sebagai pelestari budaya daerah.

Posisi sebagai tamu undangan membuat dirinya merasa tidak memiliki hak maupun wewenang untuk mempersoalkan latar belakang para peserta acara.

Saya sebagai tamu kan tidak berhak mengomentari terkait panitianya siapa. Kemudian gendernya apa, itu kan etika. Saya tidak dalam posisi mengomentari

Pemberian penghargaan kepada dirinya dalam forum internasional itu diterima sebagai representasi tokoh penggerak kebudayaan pariwisata Nusantara.

Perjalanan karier politik figur kontroversial ini bermula dari kiprah panjang di dunia akademis, hiburan, hingga lembaga perwakilan rakyat tingkat pusat.

Pencapaian perolehan suara pemilihan umum legislatif sebelumnya mencatatkan angka dukungan signifikan dari masyarakat pemilih di wilayah provinsi Bali.

Latar belakang pendidikan formal mulai tingkat dasar hingga jenjang doktor ilmu pemerintahan berhasil diselesaikan di berbagai institusi terkemuka dalam dan luar negeri.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung