Berita, Nasional

Prabowo Soroti Kritik Kunjungan Luar Negeri Dan Tegaskan Indonesia Dicari Banyak Negara Karena Tidak Mau Punya Musuh

Repelita.net

10 June 2026 20:58 WIB • 1,022 view

Prabowo Soroti Kritik Kunjungan Luar Negeri Dan Tegaskan Indonesia Dicari Banyak Negara Karena Tidak Mau Punya Musuh
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pimpinan tertinggi negara Prabowo Subianto memberikan klarifikasi mendalam mengenai tingginya frekuensi perjalanan dinas luar negeri yang belakangan memicu perbincangan hangat di ruang publik.

Dirinya menegaskan bahwa kesibukan diplomasi tersebut merupakan bukti nyata bahwa posisi tawar geopolitik Indonesia semakin diperhitungkan serta diapresiasi oleh komunitas internasional.

ADVERTISEMENT

"Kita sebagai negara yang disukai oleh banyak negara. Indonesia sekarang disukai indonesia dicari karena Indonesia dikenal tidak mau punya musuh," ujarnya di acara Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang digelar di Novotel, Bandar Lampung, Rabu, 10 Juni 2026.

Kepala Negara memandang perdebatan serta penilaian miring dari berbagai pihak terkait aktivitas dinasnya ke mancanegara sebagai dinamika politik yang lumrah terjadi.

Dirinya bahkan memberikan perbandingan historis mengenai bagaimana kebijakan protokoler luar negeri pemimpin terdahulu juga tidak luput dari sasaran kritik publik.

"Pak Jokowi yang jarang keluar negeri disalahkan ya kan? Jokowi gak pernah ke luar negeri. Jokowi tidak perduli politik luar negeri. Saya sering keluar negeri Prabowo sering keluar negeri, aneh. Sebetulnya gada masalah gitu, bener ga?" kata dia.

Lebih lanjut, dirinya memaparkan bahwa eskalasi kunjungan tersebut terjadi lantaran adanya komitmen bilateral serta undangan resmi yang wajib dipenuhi dari jajaran pemimpin negara adidaya dunia.

Prinsip netralitas aktif dalam konstelasi politik global menuntut Indonesia untuk bersikap adil dan proporsional terhadap setiap pemenuhan relasi diplomatik dengan blok barat maupun blok timur.

"Sekarang kalau ada negara super power katakanlah Presiden trump, mengundang saya ke Amerika, berani saya gak datang? Hah? Kalau presiden Amerika Serikat ngundang dan presiden indonesia nggak hadir, hah, coba aja. Jadi saudara-saudara, sudah Presiden Amerika undang, Presiden russia undang juga. Gue nongol di Washington, gue gak nongol di Moscow. Gabisa saudara-saudara," tegasnya.

Mantan panglima militer ini juga membeberkan fakta mengenai membanjirnya permohonan kunjungan kenegaraan yang diserahkan secara langsung oleh belasan utusan diplomasi negara sahabat.

Banyaknya agenda penerbangan internasional jarak jauh tersebut diakui cukup menguras energi fisik, namun tetap harus dijalankan demi menjaga marwah dan nama baik yurisdiksi Indonesia.

"Saya menerima 18 dubes, hampir semuanya menyampaikan undangan dari presiden dan perdana menteri masing-masing kami berharap presiden indonesia dapat berkunjung ke negara kami. Bayangkan 18 negara itu, terbangnya udah klenger aku," pungkasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung