Berita, Nasional

Prabowo Sindir Iran Keras Kepala: Kadang Dibutuhkan, Bapak Pendiri Bangsa Juga Begitu, Lebih Baik Mati daripada Dijajah Lagi

Repelita.net

11 April 2026 16:25 WIB • 1,105 view

Prabowo Sindir Iran Keras Kepala: Kadang Dibutuhkan, Bapak Pendiri Bangsa Juga Begitu, Lebih Baik Mati daripada Dijajah Lagi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal keteguhan rakyat dan pejuang Iran dalam menghadapi tekanan, seraya mengakui bahwa dirinya sendiri kerap menerima kritik sebagai sosok yang keras kepala.

Dalam taklimat yang disampaikan di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (8/4/2026), Prabowo menyebut bahwa sifat keras kepala dalam kondisi tertentu justru diperlukan.

ADVERTISEMENT

"Kadang-kadang, keras kepala dalam suatu kerjaan dibutuhkan sekarang. Orang katakan rakyat Iran keras kepala, pejuang keras kepala bolak balik diancam, tapi saya tidak ikut politik dalam negeri orang lain," ujar Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4) siang .

Prabowo mengaku mendengar berbagai kritikan yang dialamatkan kepadanya, termasuk tuduhan bahwa dirinya adalah sosok yang keras kepala.

"Yang terakhir itu, Prabowo keras kepala. Kalau saya dibilang keras kepala saya harus terima itu sebagai, 'oh, coba coba saya pegang kepala saya'," kata Prabowo sambil berkelakar mengetuk kepalanya .

Menurut Presiden, sikap tidak mudah menyerah seperti yang ditunjukkan oleh pejuang Iran juga merupakan karakter yang dimiliki oleh para pendiri bangsa Indonesia.

"Dulu bapak-bapak pendiri bangsa kita keras kepala. Lebih baik mati daripada dijajah kembali, keras kepala. Tidak mau kita dijajah kembali," tegas Prabowo .

Prabowo menegaskan bahwa di tengah tekanan dan kritik, pemerintah akan tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip bernegara tanpa melanggar konstitusi.

"Jadi saudara-saudara, kita sikapi dengan ketenangan, dengan kearifan tapi prinsip-prinsip kita pegang teguh yaitu prinsip bernegara, tidak ada negara tanpa hukum, tidak ada negara tanpa undang-undang dasar, tanpa konstitusi," katanya .

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo di saat Indonesia terus memantau ketegangan global akibat perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di Timur Tengah .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung