Berita, Hukum

Prabowo Sedih Copot Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Terkait Dugaan Korupsi Program Makan Gratis

Repelita.net

03 June 2026 23:24 WIB • 1,096 view

Prabowo Sedih Copot Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Terkait Dugaan Korupsi Program Makan Gratis
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kepala Negara Prabowo Subianto memberikan respons terbuka perihal penahanan mantan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh korps Adhyaksa.

Dadan beserta dua mantan pendampingnya di BGN yaitu Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung terjerat kasus dugaan rasuah pengelolaan anggaran program Makan Bergizi Gratis untuk tahun anggaran 2025 dan 2026.

ADVERTISEMENT

Aparat Kejaksaan Agung menggelandang ketiga oknum birokrat tersebut pada hari Rabu (3/6/2026) setelah merampungkan agenda penggeledahan paksa di area kantor pusat BGN.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya juga telah merilis maklumat pemberhentian ketiga pejabat tersebut sekaligus menunjuk Nanik S Deyang sebagai suksesor Kepala BGN yang baru.

Dalam menjalankan tugasnya Nanik bakal disokong oleh Agustina Arumsari bersama dengan Mayjen TNI Trenggono yang diamanahkan mengemban amanat sebagai Wakil Kepala BGN yang baru.

Ketika menyampaikan pidato dalam agenda kenegaraan di Sentul International Convention Center Kabupaten Bogor, Presiden Prabowo mengutarakan bahwa perombakan struktur pimpinan BGN ini menjadi keputusan yang berat.

Dirinya mengungkit petuah mendalam dari mendiang sang ayah Profesor Sumitro Djojohadikusumo yang selalu berpesan agar senantiasa teguh berdiri membela kepentingan rakyat kecil sewaktu didera keraguan.

"Saya sebetulnya, hari ini, saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih. Karena, saya terpaksa mengganti orang-orang yang sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara," katanya.

Presiden Prabowo juga menegaskan posisinya untuk membatasi pernyataan agar tidak timbul persepsi miring yang dapat mengganggu jalannya proses hukum yang sedang bergulir di kejaksaan.

"Saya tidak mau banyak komentar. Karena mereka-mereka ini menghadapi masalah penyelidikan hukum. Karena itu saya tidak boleh banyak komentar, seolah saya memengaruhi," ucap Prabowo.

Mantan Patih Menhan itu berseloroh bahwa sinyalemen mengenai adanya praktik curang di internal lembaga tersebut sejatinya telah terendus oleh dirinya sejak beberapa waktu yang lalu.

"Jadi memang, sudah beberapa saat saya mendapat laporan ada kekurangan-kekurangan, ada kejanggalan-kejanggalan, ada indikasi penyelewengan-penyelewengan dari pimpinan," katanya.

Kepala Negara menggarisbawahi betapa vitalnya integritas seorang figur pucuk pimpinan dalam mengomandoi roda organisasi agar tidak terperosok ke dalam kegagalan sistemik.

"Dalam setiap organisasi, pengaruh pimpinan sangat besar. Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompeten, atau tidak jujur," tukasnya.

Begitu pasokan data penyelewengan tersebut mendarat di mejanya, Presiden langsung bergerak cepat mengumpulkan Kepala BPKP hingga Kepala PPATK guna menelusuri kebenaran informasi tersebut.

"Saya tanya, tolong saya mendapat laporan tentang BGN. BGN ini suatu program yang sangat-sangat penting bagi negara. Menyangkut rakyat yang sangat perlu bantuan berpihak," bebernya.

Prabowo menyakini program pemenuhan gizi ini memegang peranan krusial seperti yang diterapkan negara maju untuk mengentaskan problem kemiskinan sekaligus mendongkrak aspek kecerdasan generasi muda.

"Semua negara yang maju, yang saya lihat, menggunakan makan untuk anak-anak sekolah untuk mengurangi kemiskinan, memperbaiki fisik dan kecerdasan penerus. Program ini sangat penting. Dan kalau berhasil akan menimbulkan kemajuan sangat besar bagi negara kita," kata Prabowo.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung