Repelita [Jakarta] - Komitmen tinggi dalam memberantas segala bentuk penyelewengan kas negara kembali ditegaskan oleh Presiden Prabowo Subianto secara terbuka.
Kepala Negara mendorong penuh proses penguatan kapasitas operasional lembaga pengawas serta institusi penegak hukum, mulai dari BPKP, KPK, hingga korps Kejaksaan Agung demi menghentikan defisit anggaran akibat korupsi.
ADVERTISEMENT
Pernyataan fundamental tersebut diutarakan langsung oleh Presiden Prabowo saat memimpin agenda rapat konsolidasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang bertempat di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat pada hari Rabu ini.
Di hadapan ribuan peserta, sang Presiden secara khusus memanggil Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, Ketua KPK Setyo Budiyanto, serta Jaksa Agung ST Burhanuddin agar segera mengajukan daftar kebutuhan sarana maupun prasarana pendukung lembaga mereka.
"Kalau Saudara merasa Saudara bisa lebih pintar dari NKRI, ya coba aja. Kepala BPKP, apa yang kau butuh, kalau kau perlu tambahan personel, berapa saja kau butuh, saya penuhi," kata Prabowo.
Mendengar arahan langsung dari orang nomor satu di Indonesia tersebut, Yusuf Ateh seketika bangkit dari tempat duduknya dan memberikan gesture sikap hormat penuh ke arah mimbar utama.
Skenario penguatan institusi kemudian berlanjut saat Presiden Prabowo menyapa Setyo Budiyanto dengan memberikan jaminan pemenuhan anggaran logistik yang diperlukan oleh lembaga antirasuah tersebut.
"Ketua KPK, berapa saja yang kau perlu lapor saya penuhi," ujarnya.
Sikap serupa juga ditunjukkan kepada ST Burhanuddin, di mana Kepala Negara bahkan memperkenankan pihak Kejaksaan Agung mengalokasikan sebagian dana rampasan hasil sitaan koruptor untuk mendanai operasional internal mereka.
"Jaksa Agung, berapa saja yang kau perlu saya penuhi. Kalau perlu yang sekian T (triliun) kau mau setor ke saya, kau pakai untuk memperkuat Jaksa Agung, ya," kata Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra ini memberikan garansi bahwa jajaran pemerintahannya akan selalu berdiri di garis depan dalam menyokong kekuatan penuh bagi para aparat penegak hukum di tanah air.
Mantan Danjen Kopassus ini mengultimatum bahwa dirinya tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap maraknya aksi pencurian aset negara yang dapat meruntuhkan marwah bangsa di mata dunia internasional.
"BPKP, KPK, semua penegak hukum harus kita perkuat. Karena saya tidak mau NKRI dilecehkan. Saya tidak mau bahwa pemerintah Republik Indonesia tidak dihormati. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri," kata Prabowo disambut riuh para hadirin.
Adapun jalannya forum akbar ini dihadiri oleh belasan ribu peserta yang mencakup jajaran Kepala KPPG, para Koordinator Regional SPPG, Korwil, Kepala SPPG dari berbagai wilayah, serta segenap elemen mitra penyedia konsumsi sekolah.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok