Berita, Nasional

Prabowo Pangkas 750 BUMN demi Efisiensi Anggaran Negara: Fokus pada Perusahaan Produktif dan Strategis

Repelita.net

28 June 2026 22:26 WIB • 1,031 view

Prabowo Pangkas 750 BUMN demi Efisiensi Anggaran Negara: Fokus pada Perusahaan Produktif dan Strategis
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan perampingan besar-besaran terhadap jumlah Badan Usaha Milik Negara yang selama ini dinilai tidak efisien.

Rencana strategis ini disampaikan dalam pidato penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia 2026 yang berlangsung di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (29/6/2026).

ADVERTISEMENT

Pemerintah menargetkan pembersihan menyeluruh terhadap entitas negara yang selama bertahun-tahun dianggap menjadi beban keuangan bagi kas nasional.

"Masalahnya kemarin ini BUMN-BUMN ini ya kita sudah tahulah, sudah lama jadi orang Indonesia saudara sudah mengerti. Ini sedang kita bersihkan, sedang kita tertibkan," kata Prabowo.

Hingga saat ini, pemerintah telah meniadakan lebih dari 200 perusahaan milik negara dari total seribu lebih entitas yang terdata sebelumnya.

Target ambisius pemerintah adalah memangkas jumlah tersebut hingga tersisa sekitar 250 perusahaan yang dianggap memiliki nilai guna bagi pembangunan.

"Dari 1000 lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 300 lah, ya. Gimana Pak Erick? Pak Erick Thohir, ujungnya kita bisa berapa BUMN? Ujungnya nanti 250," ungkap Prabowo.

Presiden menyoroti besarnya biaya operasional yang harus ditanggung negara akibat mempertahankan ribuan jabatan direksi serta komisaris pada perusahaan yang tidak produktif.

"Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup. 750 Dirut, 750 Direksi kali 4 atau kali 5, 750 Komisaris kali 10. Overhead-nya kayak apa, gajinya kayak apa saudara-saudara," ujarnya.

Langkah restrukturisasi ini diharapkan dapat mengubah paradigma BUMN menjadi instrumen yang mendorong pertumbuhan ekonomi daripada menjadi beban fiskal.

"Saudara-saudara sekalian, kita mau sekarang rasional, efisien, dan ini kita buktikan, dan ini kita lakukan. Saya minta dalam tahun ini harus selesai, ya. Jadi dalam dua tahun kita akan bikin BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan, lebih bekerja untuk rakyat," pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung