Repelita [Jakarta] - Presiden Prabowo Subianto secara tegas menolak narasi yang mengaitkan program Makan Bergizi Gratis dengan potensi kehancuran ekonomi nasional, termasuk isu pelemahan mata uang rupiah hingga kejatuhan bursa saham.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/7), sebagai respons terhadap kritik yang menyebut kebijakan ini sebagai pemborosan anggaran.
ADVERTISEMENT
Presiden menegaskan bahwa program pemberian nutrisi bagi anak sekolah, ibu hamil, dan lansia merupakan langkah dasar untuk membangun peradaban bangsa yang tidak layak dipandang sebagai penguras kas negara.
"Saya diserang karena ingin memberi makan bergizi untuk anak-anak Indonesia. Memberi makan untuk ibu-ibu hamil, untuk orang-orang lansia, dianggap pemborosan," kata Prabowo.
Prabowo pun menyayangkan munculnya spekulasi yang menuduh bahwa kebijakan ini akan memicu krisis ekonomi, mulai dari prediksi ambruknya pasar saham hingga keterpurukan nilai tukar mata uang.
"Sebagian besar anak-anak tidak makan berangkat sekolah, kita dituduh pemborosan. Kita dibilang ekonomi mau collapse, harga saham akan ambruk. Mata uang akan melemah, alasannya karena boros," tegasnya.
Di sisi lain, Presiden justru mempertanyakan sikap diam para pengkritik terhadap hilangnya kekayaan negara dalam skala masif yang telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa pernah diinvestigasi secara serius.
"Memberi makan untuk anak-anak Indonesia, ibu hamil, lansia, dianggap pemborosan. Tapi ribuan triliun yang menguap, pergi dari bumi Indonesia, tiap tahun selama 34 tahun tidak ada komentar. Tidak ada pakar yang protes, tidak ada investigasi," ujarnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok