Berita, Nasional

Poster Kabinet Tangguh Munculkan Wacana Duet Dedi Mulyadi Dan Ahok Serta Sorotan Syarat Hukum Pemilu

Repelita.net

02 September 2026 22:02 WIB • 378 view

Poster Kabinet Tangguh Munculkan Wacana Duet Dedi Mulyadi Dan Ahok Serta Sorotan Syarat Hukum Pemilu
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Jagat maya dihebohkan oleh kemunculan sebuah poster digital bertajuk Kabinet Tangguh yang mendadak viral di berbagai platform media sosial.

Visual tersebut menampilkan wacana simulasi pasangan calon pemimpin nasional untuk kontestasi pemilihan presiden mendatang dengan memasangkan figur politik terkemuka.

ADVERTISEMENT

Simulasi digital itu menyandingkan nama Dedi Mulyadi bersama Basuki Tjahaja Purnama sebagai kandidat kepala dan wakil kepala pemerintahan mendatang.

Menanggapi peredaran poster tersebut, salah satu pengguna platform X dengan akun @YudhistiraIsmara memberikan catatan kritis terkait persyaratan hukum yang mengikat para calon.

Pemilik akun tersebut menyoroti ketentuan perundang-undangan mengenai batasan bagi warga negara yang pernah tersangkut permasalahan hukum untuk maju dalam kontestasi pemilu.

Di tengah perdebatan hukum mengenai kelayakan kandidat tersebut, akun itu justru melontarkan pandangan alternatif mengenai figur pasangan lain yang dinilai lebih realistis.

Pernyataan yang disampaikan melalui media sosial tersebut ditulis secara utuh tanpa ada pengubahan redaksional sedikit pun sebagai berikut: Yang masuk akal saat ini adalah duet dari: GIBRAN-KDM.

Selain mencantumkan simulasi pasangan calon pemimpin tertinggi, poster rancangan tersebut turut memuat daftar puluhan nama tokoh nasional untuk mengisi posisi menteri strategis.

Sejumlah figur mulai dari kalangan akademisi, pengamat, ekonom, hingga mantan pejabat tinggi negara turut dicatut dalam struktur kabinet fiktif bertuliskan tagar Tangguh Untuk Indonesia.

Kendati demikian, asal-usul pembuat poster serta legalitas susunan pemerintahan bayangan tersebut hingga kini belum diketahui secara pasti oleh publik.

Pengamat menilai kemunculan materi visual semacam ini merupakan bagian dari dinamika aspirasi serta spekulasi politik yang wajar terjadi menjelang tahun pemilihan. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung