Berita, Sport

Politik Kotor Lapangan Hijau: AS Paksa FIFA Coret Iran, Italia Jadi Anak Emas Trump?

Repelita.net

23 April 2026 17:01 WIB • 1,059 view

Politik Kotor Lapangan Hijau: AS Paksa FIFA Coret Iran, Italia Jadi Anak Emas Trump?
Foto: Istimewa

Repelita New York - Politik kotor mulai meracuni lapangan hijau Piala Dunia 2026 setelah Amerika Serikat secara terang-terangan memaksa FIFA untuk mencoret Timnas Iran dari daftar peserta.

Seorang utusan khusus Presiden Donald Trump yang bernama Paolo Zampolli mengajukan permintaan resmi kepada FIFA agar Iran digantikan oleh Italia yang gagal lolos kualifikasi.

ADVERTISEMENT

Langkah arogan ini dinilai sebagai bentuk intervensi politik paling keterlaluan dalam sejarah olahraga sepak bola dunia.

Italia yang tidak berhasil lolos setelah dikalahkan Bosnia dan Herzegovina tiba-tiba diusulkan menjadi "anak emas" Trump untuk ikut serta di Piala Dunia 2026.

"Saya mengonfirmasi bahwa saya telah menyarankan kepada Trump dan (Presiden FIFA) Infantino agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia," kata Zampolli tanpa rasa malu.

"Saya penduduk asli Italia, dan merupakan impian untuk melihat Azzurri di turnamen yang diselenggarakan di AS," ujarnya mengakui motif sentimental di balik tekanan politik ini.

"Dengan empat gelar juara, mereka memiliki silsilah yang kuat untuk membenarkan penyertaan tersebut," pungkas utusan Trump yang bertindak semena-mena tersebut.

Publik sepak bola global pun mengecam keras tindakan AS yang dianggap merusak integritas kualifikasi yang telah dijalani negara-negara peserta secara adil.

Iran yang notabene lolos secara sah melalui jalur kualifikasi kini terancam kehilangan haknya hanya karena permusuhan politik antara Washington dan Teheran.

Bukan rahasia lagi jika hubungan diplomatik kedua negara sedang berada di titik nadir akibat konflik bersenjata dan blokade ekonomi yang diberlakukan AS.

Namun upaya untuk menarik permusuhan politik ke dalam kompetisi olahraga dianggap banyak pihak sebagai preseden buruk yang sangat berbahaya.

Italia yang diusulkan menjadi anak emas Trump sebenarnya secara teknis tidak memenuhi syarat karena gagal di babak playoff kualifikasi zona Eropa.

Memasukkan tim yang tidak lolos hanya karena kedekatan politik dengan negara tuan rumah jelas mencederai prinsip fair play dalam olahraga.

Iran sebelumnya sempat meminta agar pertandingan mereka dipindahkan ke Meksiko demi alasan keamanan bagi para pemain di tengah ketegangan bilateral.

Alih-alih memberikan jaminan keamanan sebagai tuan rumah yang baik, AS justru mencari celah untuk mendepak Iran secara total dari ajang dunia.

Hingga saat ini FIFA masih bungkam dan belum memberikan pernyataan resmi terkait tekanan politik dari Gedung Putih tersebut.

Publik kini menunggu apakah FIFA akan tetap teguh pada prinsip 'olahraga bebas politik' atau justru tunduk pada intervensi negara adidaya.

Jika FIFA mengabulkan permintaan kotor ini, maka Piala Dunia 2026 bukan lagi panggung prestasi melainkan arena permainan kekuasaan yang memalukan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung