Berita, Timur Tengah

Poin Iran dan AS di Pakistan Terbongkar, Nuklir hingga Hormuz Jadi Taruhan

Repelita.net

11 April 2026 20:37 WIB • 954 view

Poin Iran dan AS di Pakistan Terbongkar, Nuklir hingga Hormuz Jadi Taruhan
Foto: Istimewa

Repelita Islamabad - Pertemuan antara delegasi Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026), memusatkan pembahasan pada sejumlah tuntutan utama dari masing-masing pihak demi membuka jalan menuju perdamaian lebih permanen.

Poin Iran:

ADVERTISEMENT

1. Iran meminta kelanjutan gencatan senjata dua pekan yang sebelumnya dimediasi Pakistan tetap dijaga dan diperkuat menjadi kesepakatan jangka panjang.

2. Teheran menuntut agar konflik di Lebanon ikut masuk dalam pembahasan, terutama terkait penghentian serangan terhadap Hizbullah yang didukung Iran.

3. Iran mendorong penarikan pasukan tempur Amerika Serikat dari kawasan Timur Tengah serta jaminan tidak ada serangan baru ke depan.

4. Pemerintah Iran meminta pencabutan sanksi ekonomi dan pembukaan akses terhadap aset yang selama ini dibekukan.

5. Iran disebut akan mengangkat tuntutan kompensasi atas kerusakan selama konflik beberapa pekan terakhir.

6. Teheran tetap mempertahankan hak pengayaan uranium dan program rudal sebagai bagian dari kepentingan nasionalnya.

7. Iran juga menginginkan pengakuan atas perannya di Selat Hormuz, termasuk hak pengaturan jalur strategis tersebut.

Poin AS:

1. Amerika Serikat menolak mengaitkan konflik Lebanon dengan agenda utama dan memilih fokus pada hubungan langsung dengan Iran.

2. Washington menegaskan kehadiran militernya di Timur Tengah tetap dipertahankan sampai kesepakatan damai benar-benar tercapai.

3. Pemerintahan Presiden Donald Trump memberi sinyal pembahasan pelonggaran sanksi, namun mensyaratkan pembatasan ketat program nuklir Iran.

4. Amerika Serikat juga menuntut pembatasan program rudal Iran yang dinilai berkaitan dengan keamanan kawasan dan sekutu-sekutunya.

5. Washington meminta jalur pelayaran di Selat Hormuz dibuka tanpa hambatan demi menjaga pasokan energi global.

6. Negosiasi berlangsung melalui mekanisme perantara, menunjukkan tingkat kepercayaan kedua negara masih rendah meski pembicaraan terus berjalan.

Hasil pertemuan ini dinilai penting karena akan menentukan apakah gencatan senjata dapat bertahan atau kawasan kembali masuk ke fase ketegangan baru.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung