Berita, Nasional

PLTP Gunung Ungaran Siap Digarap Usai Izin Resmi Diterbitkan Kementrian ESDM Dengan Investasi Rp5,3 Triliun

Repelita.net

27 August 2026 17:45 WIB • 481 view

PLTP Gunung Ungaran Siap Digarap Usai Izin Resmi Diterbitkan Kementrian ESDM Dengan Investasi Rp5,3 Triliun
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Penetapan keputusan penetapan kawasan eksplorasi energi di area Gunung Ungaran oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menandai babak baru pengembangan sumber daya alam di Jawa Tengah.

Otoritas pengelola proyek yakni PT PLN bersiap melangsungkan tahapan pengujian bawah tanah melalui pengeboran hingga kedalaman 1.900 sampai 2.200 meter demi memastikan cadangan energi yang tersimpan.

ADVERTISEMENT

Langkah ini dilakukan guna mendukung percepatan porsi energi bersih nasional serta mengurangi pemanfaatan daya berbahan bakar fosil yang kurang ramah lingkungan.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi memberikan konfirmasi terkait penerbitan dokumen izin resmi kawasan tersebut.

"Kami berterima kasih kepada Bapak Menteri karena telah merilis penerbitan SK untuk izin panas bumi yang nanti akan diberikan untuk wilayah kerja panas bumi Gunung Ungaran," kata Eniya.

Perkiraan potensi daya listrik yang dapat dihasilkan dari perut bumi kawasan tersebut diproyeksikan berada di angka 50 hingga 55 megawatt.

Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Dinas ESDM Jawa Tengah Dwi Suryono menerangkan bahwa kepastian kandungan energi wajib dibuktikan lewat aktivitas pengeboran langsung.

"Potensi itu perlu pembuktian dengan melakukan pengeboran secara langsung dengan kedalaman 1.900 sampai 2.200 meter," ujar Dwi.

Tahapan eksplorasi fisik tersebut diperkirakan baru akan bergulir pada kisaran kurun waktu akhir 2028 atau awal 2029 mendatang.

Area konsesi proyek ini mencakup wilayah seluas 29.800 hektare yang membentang di batas administrasi Kabupaten Semarang serta Kabupaten Kendal.

"Belum diketahui titik eksplorasi berada di Kabupaten Semarang atau Kendal. Yang jelas, dari luas wilayah konsesi tersebut, area terbesar berada di Kabupaten Semarang," katanya.

Besaran nilai investasi yang disiapkan untuk menggarap pembangkit listrik di lokasi ini diperkirakan menembus angka 300 juta dolar AS atau setara Rp5,3 triliun.

Pengembangan fasilitas ini diharapkan dapat mendongkrak pencapaian target porsi energi ramah lingkungan di wilayah Jawa Tengah secara berkelanjutan.

Pemerintah optimistis keberadaan sumber energi dari dalam bumi ini memiliki ketahanan pasokan yang sangat stabil dibanding jenis pemanfaat energi terbarukan lainnya.

"Panas bumi sangat bisa bersaing dengan diesel maupun batu bara karena mampu menghadirkan listrik selama 24 jam," ujarnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung