Berita, Nasional

Pesan Khusus Megawati ke Roy Suryo di Pemakaman Guruh Soekarnoputro Soroti Kondisi Hukum

Repelita.net

27 September 2026 18:38 WIB • 121 view

Pesan Khusus Megawati ke Roy Suryo di Pemakaman Guruh Soekarnoputro Soroti Kondisi Hukum
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Suasana penuh haru menyelimuti area pemakaman ketika pakar telematika Roy Suryo menghadiri prosesi pemakaman seniman besar legendaris tanah air Guruh Soekarnoputro.

Acara penghantaran menuju tempat peristirahat terakhir sang maestro kebudayaan tersebut dilaksanakan di kawasan TPU Karet Bivak.

ADVERTISEMENT

Kehadiran jajaran tokoh penting nasional hingga para kerabat dekat dalam upacara duka tersebut direkam serta dipublikasikan melalui kanal YouTube INFO SELEB ID pada hari Minggu tanggal 27 September 2026.

Melalui video berdurasi singkat tersebut Roy Suryo membagikan momen emosional mengenai wafatnya putra bungsu Sang Proklamator pada usia 73 tahun.

Dalam kesempatan duka itu mantan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut mengaku mendapatkan sebuah wejangan berharga yang disampaikan secara langsung oleh Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri.

Wejangan penting mengenai kondisi keadilan di tanah air tersebut diutarakan ketika dirinya hendak berpamitan kepada ketua umum partai politik tersebut.

Roy Suryo memaparkan, “pesan hukum di negara ini memang berat hukum di negara tapi tetap terus berjuang untuk menegakkan kejujuran Saya tidak bohong ya tadi ada beberapa saksi mata yang melihat itu ketika Ibu Mega mengucapkan langsung kepada saya dan Ibu Mega yang mengucapkan langsung kepada saya Saya terima pesannya Bu Mega Moga-moga siapapun kita harus bisa menegakkan kejujuran dan kebenaran di negeri ini”.

Ia menambahkan bahwa pesan mendalam dari sang kakak mendiang seniman tersebut didengar pula oleh beberapa orang yang berada di sekitar lokasi.

Lebih lanjut ia juga memberikan kesaksian mengenai isi pembicaraan lain yang diucapkan oleh Megawati saat melepas kepergian adik tercintanya di pusara.

Roy Suryo menyatakan, “mengucapkan ee apa baik-baik ya gitu ya adikku gitu ya pada dan saya juga mendapatkan pesan khusus dari Bu Mega tadi dan itu ada ee secara langsung itu ketika saya pamit Bu Mega mendapat pesan hukum di Indonesia memang berat tapi terus berjuang Mas saya dukung”.

Momen pelepasan jenazah itu sendiri dipimpin langsung melalui pidato penghormatan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bersama jajaran pemerintah daerah setempat.

Almarhum yang lahir pada Januari 1953 tersebut dikenang bukan sekadar sebagai figur politisi melainkan sebagai seorang marhaenis tulen serta seniman agung yang melahirkan kelompok kesenian ternama Swara Mahardhika.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung