Berita, Nasional

Pertama Dalam Sejarah Sejarawan Anhar Gonggong Sebut Gibran Mencurangi Bangsa Akibat Ketidakjujuran dan Kelalaian KPU

Repelita.net

09 October 2026 22:57 WIB • 89 view

Pertama Dalam Sejarah Sejarawan Anhar Gonggong Sebut Gibran Mencurangi Bangsa Akibat Ketidakjujuran dan Kelalaian KPU
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sejarawan senior Indonesia, Anhar Gonggong, memberikan sorotan tajam mengenai polemik keabsahan posisi struktural pucuk pimpinan nasional saat ini.

Analisis kritis kebangsaan tersebut dipaparkan secara langsung oleh Anhar Gonggong melalui sebuah sesi diskursus di kanal YouTube Anhar Gonggong Official pada Jumat, 9 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

Dirinya menilai bahwa dinamika politik yang berkembang saat ini telah memicu perdebatan panjang mengenai aspek kepatutan moral seorang figur pemimpin.

Langkah pencalonan dalam kontestasi politik tersebut dipandang bertentangan dengan cita-cita besar pemurnian sistem ketatanegaraan yang sejak lama diperjuangkan bersama.

Anhar Gonggong memaparkan pandangan mendalam terkait adanya kerumitan serta persoalan etika mendasar yang melingkupi proses pemenuhan syarat administratif formil kenegaraan.

“Giibran tidak jujur pada dirinya sendiri dan dengan ketidakjujuran pada dirinya sendiri dia melangkah menjadi wakil presiden untuk kemudian menjadi mencurangi bangsanya kan itu yang terjadi nah terbukanya ruang itu karena apa tentu saja di samping ayahnya dia juga karena KPU dan alat-alat pemilu lainnya tidak bekerja sebagaimana seharusnya dia mempunyai posisi juga sebagai wakil presiden yang tidak punya arti apa-apa lagi,” ujar Anhar Gonggong.

Tindakan abai terhadap kaidah verifikasi berkas tersebut dinilai sebagai bentuk pelemahan integritas demokrasi di tengah tatanan kehidupan bernegara.

Persoalan ini diposisikan sebagai preseden baru di mana institusi pengawas pemilu dianggap tidak menjalankan fungsi pemeriksaan secara faktual dan jernih.

Oleh karena itu, Dewan Perwakilan Rakyat didorong untuk segera membenahi regulasi aturan main demi menutup celah manipulasi hukum di masa depan.

Komitmen penegakan etika bernegara ini sangat krusial guna mengembalikan marwah kepemimpinan nasional yang bersih dan jujur demi kelangsungan hidup bangsa.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung