Berita, Nasional

Pernyataan Keras Connie Bakrie Desak Wapres Gibran Mundur Guna Hindari Tuntutan Pemakzulan Oleh Rakyat

Repelita.net

21 October 2026 20:11 WIB • 58 view

Pernyataan Keras Connie Bakrie Desak Wapres Gibran Mundur Guna Hindari Tuntutan Pemakzulan Oleh Rakyat
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Pakar militer, pertahanan keamanan, sekaligus pengamat intelijen, Connie Rahakundini Bakrie, melontarkan kritik keras terhadap konstelasi politik nasional pascapelantikan pemimpin baru.

ADVERTISEMENT

Pernyataan yang memicu diskursus publik tersebut ditayangkan secara visual melalui media berbagi video YouTube pada kanal Abraham Samad SPEAK UP pada hari Rabu, 21 Oktober 2026.

Melalui dialog interaktif itu, sang pakar menyoroti dampak psikologis serta friksi yang muncul di tengah masyarakat akibat tata cara penunjukan figur wakil presiden saat ini.

Ia menyatakan, "tenang Pak Prabowo saya datang itu saya di sini itu kalau buat saya itu menghina Pak Prabowo pak Prabonya itu".

Ia menilai bahwa dinamika birokrasi dan roda pemerintahan ke depan justru berpotensi menghadapi kendala besar akibat rekam jejak polemik hukum terdahulu.

Menurutnya, sumbatan aspirasi publik yang terus menumpuk di tingkat akar rumput dapat bertransformasi menjadi kekuatan masif yang tidak dapat dibendung oleh otoritas mana pun.

Ia menegaskan, "menurut saya malah akan jadi terganggu dengan kehadiran Dek Gibran yang caranya salah sumbatan yang terasa di dalam masyarakat itu bisa meledak dan opini publik itu bisa men-drive sebuah kekuatan besar no one can stop that opini publik opini publik".

Karakteristik bangsa Indonesia yang secara historis dibentuk oleh pergerakan massa dinilai menjadi faktor utama krusial dalam mempercepat proses pembentukan opini tersebut.

Hal ini memicu spekulasi mengenai munculnya atmosfer perlawanan sipil serupa dengan lembaran sejarah reformasi masa lampau apabila tuntutan transparansi diabaikan.

Ia memaparkan, "ketika terbentuk itu bisa menggerakkan jangan lupa loh Indonesia itu lahir dari manusia pergerakan jadi darah DNA itu DNA pergerakan bahaya rakyat itu sudah gelisah ya dan kegelisahnya itu udah seperti tadi Pak Abraham bilang aromanya itu sudah aroma 98".

Selain gejolak sosial, kebijakan strategis di tubuh institusi pertahanan negara seperti rotasi mendadak internal angkatan bersenjata turut dianalisis secara mendalam.

Penunjukan figur pimpinan dari satuan tertentu diproyeksikan akan menimbulkan dampak psikologis serta resistensi yang berbeda dibandingkan dengan opsi alternatif lainnya.

Ia menambahkan, "aroma people's power saya menyebutnya keluarkan kejutan kedua mengganti panglima ke angkatan darat lain kalau angkatan udara apaakah reaction orang pasti beda kalau yang diangkat di Pak Fajar misalnya orang pasti enggak akan set terkejut ini tapi ini yang diangkat".

Penguasaan jaringan struktural pertahanan teritorial hingga tingkat terbawah menjadi alasan mendasar mengapa kebijakan pergantian komando tersebut dinilai sangat sensitif.

Oleh karena itu, opsi pengunduran diri secara sukarela dianggap sebagai langkah konstitusional terbaik guna meredam akumulasi kekecewaan kelompok masyarakat sipil.

Ia menutup argumentasinya dengan memaparkan, "angkatan darat angkatan darat kita tahu kan mereka tuh sampai ke mana kalau di dalam struktur masyarakat Babinsa bisa digerakkan kalau tidak mau mengundurkan diri iya kan ya pasti rakyat akan menuntut pemangsulan" (*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung