Berita, Nasional

Pernah Ditawari Rp3 Miliar untuk Akui Ijazah Jokowi Asli, Gus Nur: Saya Tolak, Ini Prinsip

Repelita.net

15 July 2026 00:22 WIB • 1,455 view

Pernah Ditawari Rp3 Miliar untuk Akui Ijazah Jokowi Asli, Gus Nur: Saya Tolak, Ini Prinsip
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Sugi Nur Raharja atau yang karib disapa Gus Nur melontarkan pengakuan mengejutkan terkait adanya tawaran uang dalam jumlah fantastis.

Ia mengaku sempat disodori uang senilai Rp3 miliar agar bersedia menyatakan bahwa ijazah milik Presiden ke-7 RI, Jokowi, adalah asli.

ADVERTISEMENT

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Nur dalam sebuah rekaman video yang kini tersebar luas di berbagai platform media sosial pada Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut penuturannya, tawaran tersebut datang sebelum memasuki bulan Ramadan lalu.

Sebelum tawaran uang tersebut muncul, ia mengaku terlebih dahulu menerima pemberian berupa jam tangan mewah senilai puluhan juta rupiah.

Demi Allah ini sebelum puasa saya ditawari uang Rp3 miliar. Ada menantu saya, ada anak saya, sudah saya bahas, ujar Gus Nur.

Ia kemudian merinci bahwa jam tangan yang ia terima tersebut ditaksir memiliki harga mencapai Rp92 juta.

Saya dikasih jam harganya Rp92 juta. Tapi sebelum menawari uang Rp3 miliar ngasih jam dulu, ucapnya.

Gus Nur mengaku sempat tidak menyadari sosok pemberi hadiah tersebut saat pertemuan berlangsung.

Yaudah saya terima. Saya kan tidak tahu kalau dia orangnya Jokowi, tukasnya.

Ia pun menirukan gaya bicara orang yang memberikan hadiah tersebut saat itu.

Nih Gus pakai jamnya Gus. Kenang-kenangan. Oke makasih mas, tutur Gus Nur.

Selain arloji, ia juga mengaku menerima sumbangan sebesar Rp100 juta yang diperuntukkan bagi pembangunan masjid.

Nih Gus untuk masjid Rp100 juta. Oke saya terima mas, lanjutnya.

Setelah pemberian tersebut, pembicaraan mulai diarahkan pada upaya untuk membenarkan keaslian ijazah Jokowi.

Ia bahkan dijanjikan akan dibawa ke Solo untuk diperlihatkan bukti ijazah asli tersebut jika menyetujui tawaran itu.

Ya wis Gus. Aku lebatin gak iso. Wis duitnya tak ganti ini. Telung miliar tak ganti ini sama. Enggak ada pesantren mana, buat pesantren lagi. Ayo, ungkap Gus Nur.

Sampean tak ajak ke Solo silaturahmi ke sana, tak tunjukkan ijazah aslinya nanti, tambahnya.

Meski mengaku sedang membutuhkan biaya untuk proyek pembangunan pesantren dan terbelit banyak urusan hukum, ia memilih untuk menolak tawaran tersebut.

Rp3 miliar mas. Kalau saya mata duitan tak terima. Masalahnya ini prinsip, tegasnya.

Ia menampik bahwa penolakannya itu didasari oleh sentimen kebencian pribadi terhadap sosok Jokowi.

Jadi kalau sama bilang ini benci. Saya bilang ini prinsip. Siapa gak butuh duit. Bangun masjid belum selesai waktu itu. Tapi ini prinsip. Saya gak mau mengganggu prinsip saya, tandasnya.

Gus Nur juga menyinggung sejumlah rentetan perkara hukum yang harus ia jalani selama ini.

Rp3 miliar, Rp4 miliar ya banyak, Pesantren di Palu hilang, dipenjara sidang Palu, Sidang Surabaya, Sidang Solo, Sidang Jakarta. Banyak mas, imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa kerugian yang dialami selama proses tersebut tidak hanya bersifat materi.

Kalau secara uang miliaran, tapi kalau secara non uang batin ini tidak bisa ditukar dengan uang, kuncinya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung