Berita, Internasional

Permohonan Bantuan Keamanan Arab Saudi ke Israel Ungkap Kepanikan Hadapi Ansarallah Yaman

Repelita.net

14 September 2026 19:39 WIB • 509 view

Permohonan Bantuan Keamanan Arab Saudi ke Israel Ungkap Kepanikan Hadapi Ansarallah Yaman
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Eskalasi militer di kawasan Laut Merah mendadak memanas setelah Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dikabarkan melayangkan permohonan dukungan keamanan kepada pihak luar.

Berdasarkan laporan yang dirilis pada hari Senin, 14 September 2026, pemimpin de facto kerajaan tersebut meminta bantuan regional termasuk secara tidak langsung kepada pihak Israel demi membendung pergerakan milisi Ansarallah di Yaman.

ADVERTISEMENT

Langkah tersebut ditempuh melalui jalur komunikasi perantara Komando Pusat Amerika Serikat guna memperoleh pasokan data intelijen serta sokongan strategis dalam mengamankan jalur vital Selat Bab al-Mandab.

Upaya diplomasi darurat ini mencuat menyusul serangkaian tekanan militer di lapangan serta seruan terpisah yang sebelumnya sempat dialamatkan kepada Presiden Donald Trump agar Washington bersedia melakukan intervensi bersenjata.

Menanggapi situasi yang berkembang di perairan strategis tersebut, Presiden Donald Trump pada akhir pekan lalu sempat membeberkan adanya kontak komunikasi langsung dari kelompok pejuang Yaman yang menyatakan keengganan untuk memperluas Front konfrontasi.

“Mereka tidak ingin berperang dengan kami,” ujar Trump dalam keterangannya, sambil menyoroti kebijakan kelompok tersebut yang masih membiarkan sebagian besar armada kapal komersial melintasi jalur perairan.

Pemerintahan Amerika Serikat mengeklaim telah menerapkan blokade maritim secara agresif guna mengendalikan keamanan kawasan dengan mencegat puluhan kapal setiap harinya.

Kendati demikian, dinamika di lapangan kian membara tatkala kubu Ansarallah atau yang dikenal sebagai kelompok Houthi mengumumkan keberhasilan mereka merebut sejumlah titik pertahanan krusial di sepanjang garis pantai Laut Merah.

Rentetan operasi militer lanjutan yang dilancarkan kelompok tersebut bahkan memicu gelombang pengungsian warga sipil menuju wilayah Djibouti serta memantik kekhawatiran global atas potensi pecahnya kembali konflik skala besar.

Juru bicara kelompok Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengonfirmasi bahwa pasukannya baru saja melancarkan gempuran terarah menggunakan proyektil rudal dan nirawak ke arah fasilitas militer yang terletak di kawasan Sharurah, Arab Saudi.

Di sisi lain, otoritas pertahanan sipil kerajaan mengonfirmasi insiden kejatuhan benda asing di wilayah al-Tawwal yang berbatasan langsung dengan teritori Yaman.

Dampak dari insiden proyektil tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan pada bangunan rumah ibadah serta melukai dua orang warga sipil di lokasi kejadian.

Sementara itu, jajaran pemerintahan sah Yaman yang mendapat sokongan penuh dari koalisi pimpinan Riyadh bertekad untuk segera merebut kembali wilayah pesisir yang lepas dari kendali.

Anggota dewan presidensial sekaligus Gubernur Provinsi Marib, Sultan al-Arada, menyatakan bahwa pasukannya sedang melakukan konsolidasi kekuatan guna melancarkan serangan balasan.

Dalam wawancara televisi yang ditayangkan pada Sabtu malam, ia secara terbuka menyebut keruntuhan lini pertahanan di kota pelabuhan penting seperti Mokha sebagai suatu kemunduran yang sangat disesalkan.

“Saat ini berkumpul kembali dan akan kembali berperang dalam satu atau bentuk lainnya,” ujar al-Arada menegaskan sikap resmi pemerintahannya.

Para pengamat menilai pergerakan kilat kelompok bersenjata ini telah memberikan pukulan telak bagi stabilitas regional serta mengancam keberlangsungan perjanjian gencatan senjata yang disepakati sejak tahun 2022 silam.

Situasi krisis ini tidak hanya mengguncang peta kekuatan militer di sekitar pangkalan strategis negara-negara besar, tetapi juga langsung mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia melampaui level seratus dolar per barel pada awal pekan ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung