Repelita Jakarta - Restrukturisasi pimpinan pada badan usaha milik negara sektor energi strategis kini tengah dilakukan oleh pucuk pimpinan pemerintahan federal yang baru.
ADVERTISEMENT
Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @suaradotcom pada tanggal 15 Oktober 2026.
Melalui unggahan itu, dilaporkan mengenai pergantian posisi strategis kepemimpinan korporasi penyedia pasokan listrik nasional yang dinilai sarat akan muatan politik.
"Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dicopot dari jabatannya di tengah rencana besar pemerintah merombak model bisnis perusahaan listrik pelat merah tersebut," tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Langkah pencopotan pimpinan ini bergulir seiring dengan munculnya tuntutan pembenahan tata kelola operasional bisnis serta efisiensi anggaran subsidi korporasi.
"Pergantian ini terjadi saat PLN menghadapi tuntutan peningkatan efisiensi, percepatan energi surya, hingga pengurangan beban subsidi listrik," lanjutnya menjabarkan latar belakang kebijakan tersebut.
Melalui judul rujukan informasi eksternal yang dibagikan, akun tersebut turut menyoroti kedekatan emosional pimpinan lama dengan tokoh mantan kepala negara.
"Prabowo Mulai Preteli PLN, Bos Lama yang Dekat dengan Jokowi Harus Angkat Kaki," sebut akun tersebut menyertakan draf tautan artikel pemberitaan dari internal mereka.
Informasi perombakan jajaran elite birokrasi energi ini pun langsung memicu debat kusir serta adu argumen dari para pengguna media sosial.
Seorang warganet melayangkan komentar bernada pesimistis mengenai masa depan kepemimpinan di bawah nakhoda pemerintahan nasional saat ini.
"Udah gak usah ikut Prabowo, surem," tulis akun @bstry.id mengawali komentar dalam kolom respons.
Netizen lainnya mencoba mengaitkan sengketa birokrasi ini dengan perkara hukum lain dari oknum figur publik yang dinilai sedang bergulir di meja hijau.
"siwiwi apalgi yooo ….lagi ditunggu dipengadilan 😆," ungkap akun @dehguaaja menuliskan asumsinya sembari menyertakan simbol tertawa.
Tanggapan tersebut segera disanggah kembali oleh pengguna lain yang meminta agar jalannya ruang diskusi maya tetap fokus pada substansi informasi awal.
"Hmm ngomong yg bener, Nyamber aja," tulis akun @bstry.id membalas argumen sebelumnya.
Aksi saling sahut antar-netizen mengenai teka-teki dari istilah sebutan figur politik di dalam ruang digital tersebut terpantau masih terus berlanjut.
"ha ha ha termul yooo," tutur akun @dehguaaja kembali menimpali komentar tersebut.
Sebagai penutup sirkulasi respons, warganet lain kembali menegaskan desakan pentingnya menjaga fokus pembahasan agar tidak meluas di luar topik sengketa korporasi negara.
"Mulai, bahas sesuai konteks aja," ungkap akun @bstry.id mengakhiri deretan perdebatan publik digital.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads