Berita, Nasional

Pentagon Gelar Tes Poligraf Bagi Puluhan Staf Militer Usai Isu Kebocoran Stok Amunisi Perang

Repelita.net

05 September 2026 18:11 WIB • 414 view

Pentagon Gelar Tes Poligraf Bagi Puluhan Staf Militer Usai Isu Kebocoran Stok Amunisi Perang
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Departemen Pertahanan Amerika Serikat dikabarkan mengambil langkah tegas dengan menggelar pemeriksaan menggunakan mesin pendeteksi kebohongan terhadap puluhan pegawai militernya.

Langkah investigasi internal tersebut melibatkan sekitar lima puluh personel dari unsur staf gabungan yang disinyalir mengetahui kerahasiaan informasi pertahanan negara.

ADVERTISEMENT

Proses pemeriksaan intensif itu dilaksanakan sepanjang bulan Agustus 2026 menyusul adanya laporan kebocoran data strategis terkait krisis amunisi.

Isu sensitif tersebut mencuat di tengah memanasnya ketegangan geopolitik dan konflik bersenjata yang melibatkan pihak militer Washington melawan Iran.

Para perwira tinggi militer serta pegawai sipil yang bertugas di lingkungan pertahanan harus menjalani serangkaian pertanyaan ketat dari tim penyelidik.

Fokus utama dari interogasi tersebut adalah menelusuri kemungkinan adanya pembocoran data konfidensial mengenai cadangan rudal kepada awak media massa.

Menanggapi langkah pemeriksaan ketat tersebut, juru bicara Pentagon, Sean Parnell, memilih untuk tidak memberikan keterangan lebih rinci kepada publik.

Sikap tertutup itu disampaikan melalui pernyataan resmi yang menegaskan bahwa instansi pertahanan memperlakukan setiap pelanggaran data rahasia dengan tingkat kewaspadaan tinggi.

Pernyataan tersebut berbunyi Kami menganggap semua kebocoran informasi rahasia terkait keamanan nasional sebagai hal yang sangat serius dan kami melakukan penyelidikan sesuai prosedur.

Penyelidikan internal ini bermula dari publikasi laporan media massa yang membongkar kondisi cadangan persenjataan strategis milik Washington.

Laporan investigasi yang diterbitkan pada bulan Juni 2026 menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat telah menghabiskan sebagian besar persediaan rudal jelajah siluman.

Intensitas pertempuran yang tinggi membuat penggunaan rudal jenis Tomahawk melonjak drastis hingga menyamai total pengadaan selama sepuluh tahun masa damai.

Selain itu, kapasitas produksi rudal pertahanan udara Patriot dilaporkan terkuras habis hingga menyamai total kapasitas pabrikasi nasional selama kurun waktu dua tahun.

Situasi tersebut memicu kecemasan mendalam mengingat lambatnya pemulihan stok amunisi di tengah eskalasi konflik militer global yang berkepanjangan.

Kekhawatiran serupa sebelumnya juga telah diungkapkan oleh lembaga kajian strategi pertahanan Center for Strategic and International Studies pada bulan April 2026.

Laporan analitis lembaga riset tersebut memperingatkan adanya ancaman krisis kekurangan rudal presisi jika Washington terlibat dalam pertempuran skala masif.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung