Berita, Nasional

Pengusiran Pejabat Kabinet di UGM: Heru Subagia Sebut Pemerintah Kehilangan Jati Diri dan Kepercayaan Mahasiswa

Repelita.net

16 June 2026 21:08 WIB • 793 view

Pengusiran Pejabat Kabinet di UGM: Heru Subagia Sebut Pemerintah Kehilangan Jati Diri dan Kepercayaan Mahasiswa
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Ketua Kagama Cirebon, Heru Subagia, menyoroti insiden pengusiran sejumlah pejabat negara oleh mahasiswa di lingkungan Universitas Gadjah Mada sebagai simbol memudarnya kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Ia menyebut peristiwa yang melibatkan unsur kabinet tersebut sebagai tragedi memalukan bagi institusi negara yang hadir di lingkungan kampus untuk berdialog.

ADVERTISEMENT

“Kejadian mengerikan dan sangat memalukan ketika perwakilan Kabinet Prabowo-Gibran hadir di sekitar UGM menghadiri diskusi,” ujar Heru pada Selasa (16/6/2026).

Heru menegaskan bahwa aksi mahasiswa tersebut merupakan bentuk nyata bahwa perwakilan pemerintah tidak lagi dianggap sebagai representasi aspirasi rakyat yang sesungguhnya.

“Secara umum, masyarakat dan mahasiswa sudah tidak menaruh kepercayaan dan penghargaan atas institusi juga perwakilannya dalam hal ini Menteri dan Wamen,” lanjutnya.

Menurut Heru, diskusi yang seharusnya menjadi wadah pertukaran gagasan intelektual justru berujung pada penolakan keras dari mahasiswa akibat hilangnya wibawa pemerintah.

“Hingga dalam sebuah acara yang secara logika adalah dialog bertukar pikiran, ide, dan gagasan, antara mahasiswa dan wakil pemerintahan, pada akhirnya dihinakan sehina-hinanya dengan dibubarkan oleh mahasiswa,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menilai pemerintah telah kehilangan jati diri karena tidak lagi dipandang sebagai penyambung amanah rakyat oleh kalangan akademisi.

“Karenanya, kejadian ini dengan diusirnya Budiman Sudjatmiko Cs, pemerintah dan instansinya sudah kehilangan jati diri,” tegas Heru.

Ia pun menambahkan bahwa mahasiswa kini memandang kehadiran pejabat pemerintah di kampus bukan sebagai ruang inovasi, melainkan upaya infiltrasi kepentingan tertentu.

“Tapi justru mahasiswa menganggap sebagai infiltrasi dan juga propaganda yang dipaksakan untuk mencampuri kemerdekaan intelektual,” tambahnya.

Dalam pandangannya, kehadiran pemerintah di UGM kini justru dianggap sebagai musuh yang mencoba menduduki ruang akademik secara paksa.

“Karenanya justru sebaliknya kehadiran pemerintah dan wakilnya di UGM tidak dijadikan jawan tapi musuh yang memaksakan diri menduduki Universitas,” tuturnya.

Terkait kehadiran Budiman Sudjatmiko, Heru merasa prihatin melihat ironi seorang mantan aktivis radikal yang kini justru menjadi sasaran pengusiran di kampus tempatnya menimba ilmu.

“Sangat tragis ketika Budiman Sudjatmiko hadir di tempat kelahirannya dan diusir hingga dihinakan sehina-hinanya,” pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung