Berita, Nasional

Pengamat Sebut Pernyataan Budi Arie Isyaratkan Kubu Jokowi Siap Pisah Jalan Dengan Prabowo Di 2029

Repelita.net

30 August 2026 20:26 WIB • 453 view

Pengamat Sebut Pernyataan Budi Arie Isyaratkan Kubu Jokowi Siap Pisah Jalan Dengan Prabowo Di 2029
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pandangan kritis dilayangkan oleh Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti mengenai manuver politik jelang perhelatan pemilu mendatang.

Pengamat tersebut menilai paparan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi terkait dinamika politik sebelum 2026 mengindikasikan awal mula kubu Joko Widodo mengambil jarak dengan rezim Presiden Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

Pernyataan yang dilontarkan pimpinan relawan itu dipandang sebagai sinyal terbuka perpisahan arah politik kedua kubu.

"Ini semacam pradeklarasi bahwa Pak Jokowi siap berpisah dengan Pak Prabowo tahun 2029 yang akan datang," kata Ray dalam diskusi pada Jumat (28/8/2026).

Ray menyoroti tayangan video Budi Arie yang sempat menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Substansi materi dalam potongan klip tersebut dinilai memuat bobot analisis yang amat krusial sekaligus riskan bagi stabilitas politik.

"Sebab yang dipotong sebenarnya video yang menurut saya paling substantif, tapi juga paling berbahaya,” ujar Ray.

Pemicu kehebohan bermula saat Budi Arie berbicara di samping Jokowi mengenai firasat politiknya yang meramalkan perubahan konstelasi lebih cepat sebelum 2029.

Ia membandingkan potensi kejutan tersebut dengan fenomena percepatan pemilu pascareformasi akhir 1990-an.

Kendati Budi Arie menyebutnya sebatas analisis subjektif, Ray memandang ucapan itu menunjukkan kekuatan posisi tawar kelompok pendukung mantan presiden.

Pendukung kelompok tersebut dinilai mengantongi posisi tawar cukup kuat untuk memosisikan diri secara independen.

“Karena mereka punya amunisi. Mereka menganggap ini mungkin saatnya deklarasi, meskipun masih soft deklarasi terhadap kekuasaan yang dalam hal ini Pak Prabowo,” kata Ray.

Analisis tersebut sejalan dengan temuan lembaga riset Tempo Data Science periode 31 Juli hingga 11 Agustus 2026 terhadap 1.260 responden yang mencatat tingkat kepuasan publik ke pemerintahan Prabowo-Gibran berada di angka 37 persen.

Rinciannya terdiri dari 34 persen responden mengaku puas dan 3 persen sangat puas, sementara 62 persen responden menyatakan ketidakpuasannya.

Capaian tersebut merosot drastis dibandingkan capaian Desember 2025 sebesar 75 persen serta Maret 2026 yang menyentuh angka 58 persen.

Pengukuran spesifik figur menunjukkan kepuasan publik terhadap Prabowo berada di level 40 persen, sedangkan Gibran mendapat 33 persen.

Faktor tekanan sektor perekonomian menjadi variabel dominan, di mana 68 persen responden menilai kondisi ekonomi nasional memburuk.

Penurunan serupa terekam dalam riset Saiful Mujani Research and Consulting periode 5 sampai 19 Juli 2026 pada 749 responden dengan angka kepuasan kepemimpinan Prabowo di kisaran 51,1 persen.

Sebanyak 46,9 persen responden menyatakan kurang puas, jauh menurun jika dibandingkan angka kepuasan November 2025 yang sempat menyentuh 81,2 persen.

Ray berargumen tren penurunan penerimaan publik tersebut membuka peluang bagi lingkar kekuasaan Jokowi untuk mengambil langkah politik mandiri.

Meskipun demikian, Budi Arie telah menegaskan ulang bahwa perkiraannya murni opini pribadi tanpa campur tangan dari Jokowi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung