Berita, Nasional

Pengacara Firdaus Oiwobo Nyatakan Siap Masuk Penjara Demi Bela Jokowi, Gibran, dan PSI

Repelita.net

14 September 2026 20:41 WIB • 384 view

Pengacara Firdaus Oiwobo Nyatakan Siap Masuk Penjara Demi Bela Jokowi, Gibran, dan PSI
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Jagat perpolitikan tanah air kembali diwarnai oleh pernyataan sensasional dari seorang praktisi hukum kontroversial yang secara terbuka mendeklarasikan dukungan mati-matian terhadap lingkaran kekuasaan terdahulu.

Sosok pengacara Firdaus Oiwobo mendadak mencuri perhatian publik luas usai menegaskan komitmen penuhnya untuk pasang badan membela Presiden ketujuh RI Joko Widodo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta Partai Solidaritas Indonesia.

ADVERTISEMENT

Sikap politik militan tersebut disampaikannya secara blak-blakan di tengah derasnya arus perdebatan serta dinamika kontroversi yang terus bergulir di ruang publik nasional.

Ia bahkan menyatakan tidak gentar sedikit pun apabila langkah pembelaan yang diambilnya itu harus berujung pada ancaman sanksi hukum di balik jeruji besi.

"Masuk penjara pun saya sudah siap," tegas Firdaus, dikutip Senin, 14 September 2026.

"Apa pun yang terjadi, mau saya masuk penjara, mau apa, bodo amat," lanjutnya mempertegas sikap keras kepala yang diambil.

Menariknya, ia mengeklaim bahwa keputusan besar untuk pasang badan membela para tokoh politik tersebut telah mengantongi restu spiritual dari mendiang ibunda tercinta.

Guna mengantisipasi segala kemungkinan terburuk dari langkah hukum yang diambil, ia mengaku telah menyiapkan barisan penasihat hukum serta jejaring organisasi bantuan yang solid.

Kendati demikian, pengamat hukum menilai bahwa sikap yang ditunjukkan oleh sang pengacara murni merupakan klaim sepihak tanpa adanya surat penugasan resmi dari pihak-pihak yang dibelanya.

Baik Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, maupun jajaran pimpinan partai pendukung diketahui tidak pernah mengeluarkan mandat khusus yang menunjuk figur tersebut sebagai kuasa hukum representatif.

Oleh karena itu, seluruh pernyataan maupun aksi pembelaan yang digelorakan tidak bisa direpresentasikan sebagai sikap resmi dari institusi atau figur-figur yang diseret dalam narasi tersebut.

Kendati berada di tengah pusaran kontroversi politik yang memanas, sang praktisi hukum menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali kekaguman personal yang mendalam.

"Pokoknya Jokowi is the best," tandasnya mengakhiri rangkaian pernyataan kontroversial tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung