Repelita Teheran - Penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, yang bernama Mohsen Rezaei, melontarkan peringatan keras bahwa Iran siap menenggelamkan kapal-kapal Amerika Serikat jika Washington mencoba untuk mengawasi dan mengatur jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Pernyataan ini disampaikan Rezaei dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran pada Rabu (15/4/2026) di tengah situasi konflik yang masih rapuh dengan masa gencatan senjata sementara selama dua pekan.
ADVERTISEMENT
"Trump ingin menjadi polisi Selat Hormuz. Apakah ini benar-benar pekerjaanmu? Apakah ini tugas tentara yang kuat seperti AS?" ujar Rezaei mempertanyakan langkah Washington.
Ia juga melontarkan ancaman terbuka terhadap kekuatan militer AS dengan mengatakan bahwa kapal-kapal Amerika akan menjadi sasaran rudal pertama Iran.
"Kapal-kapal Anda ini akan ditenggelamkan oleh rudal pertama kami dan telah menciptakan bahaya besar bagi militer AS. Mereka pasti bisa terkena rudal kita dan kita bisa menghancurkannya," kata Rezaei yang tampil mengenakan seragam militer.
Rezaei yang dikenal sebagai tokoh garis keras di tubuh Garda Revolusi Iran bahkan menyebut kemungkinan invasi darat Amerika Serikat ke Iran justru akan menguntungkan Teheran.
"Akan sangat bagus jika Amerika Serikat melancarkan invasi darat ke Iran karena kita akan mengambil ribuan sandera dan kemudian untuk setiap sandera kita akan mendapatkan satu miliar dolar," kata dia.
Selain itu, ia juga menegaskan sikap pribadinya terhadap situasi saat ini dengan menyatakan tidak mendukung perpanjangan masa gencatan senjata.
"Saya sama sekali tidak mendukung perpanjangan gencatan senjata, dan ini adalah pandangan pribadi," tambahnya tegas.
Sebagai tokoh berpengaruh, Rezaei memiliki rekam jejak panjang di militer Iran karena ia pernah menjabat sebagai panglima tertinggi Garda Revolusi Iran dari tahun 1981 hingga 1997.
Pernyataan keras ini muncul di tengah situasi di mana AS memberlakukan blokade militer di Selat Hormuz setelah Iran menutup jalur pelayaran di kawasan tersebut selama lebih dari enam minggu.
Amerika Serikat sendiri memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran setelah perundingan langsung antara Washington dan Teheran di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan lalu gagal mencapai kesepakatan.
Ketegangan yang terus meningkat ini memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas jika kedua pihak tidak menahan diri, terutama di Selat Hormuz yang menjadi titik krusial bagi stabilitas energi global.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok