Berita, Nasional

Pemerintah Tanggapi Kritik Lawatan Luar Negeri Prabowo Subianto, Qodari Tegaskan Setiap Kunjungan Presiden Berbasis Azas Manfaat dan Diplomasi Strategis

Repelita.net

01 June 2026 22:40 WIB • 970 view

Pemerintah Tanggapi Kritik Lawatan Luar Negeri Prabowo Subianto, Qodari Tegaskan Setiap Kunjungan Presiden Berbasis Azas Manfaat dan Diplomasi Strategis
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah atau Bakom RI, Muhammad Qodari, merespons kritik Dino Patti Djalal mengenai frekuensi perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah menyatakan keterbukaan terhadap segala bentuk masukan konstruktif yang disampaikan masyarakat termasuk melalui saluran media sosial.

ADVERTISEMENT

Kita terimakasih atas masukan dan saran ya, apalagi memang kalau relevan, ungkap Qodari dalam konferensi pers, Minggu, 31 Mei 2026.

Ia memastikan setiap kunjungan kenegaraan Presiden selalu melalui kalkulasi manfaat yang mendalam bagi kepentingan nasional Indonesia.

Pasti azas manfaat menjadi suatu yang utama bagi presiden dalam mengambil langkah-langkah, termasuk soal ke luar negeri.

Manfaat itu dalam pengertian untuk bangsa dan negara, tegas Qodari menepis anggapan bahwa lawatan tersebut dilakukan tanpa tujuan jelas.

Terkait kunjungan ke Prancis pada 26 hingga 29 Mei 2026, Qodari meluruskan bahwa jadwal resmi pemerintah memang hanya mencakup satu negara tersebut.

Sejak awal, tidak ada statement pemerintah RI bahwa Presiden akan ke Italia.

Yang kedua, jadwal resmi memang hanya ke Prancis.

Yang ketiga, bila di perjalanan ada rencana akan ke tujuan yang lain, itu sebatas rencana sampai ada penyampaian resmi dari pemerintah, paparnya.

Rencana lawatan itu sendiri, menurut Qodari, sudah diumumkan secara resmi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono sejak 22 April 2026.

Agenda pertemuan dengan Presiden Emmanuel Macron bukanlah langkah dadakan melainkan tindak lanjut dari kunjungan balasan atas kedatangan Macron ke tanah air pada 2025.

Kerja sama strategis difokuskan pada sektor pertahanan terutama terkait transfer teknologi alutsista yang telah diperoleh dari Prancis.

Bidang pendidikan berbasis teknologi serta sains juga menjadi sorotan utama dalam mempererat hubungan kolaboratif antara kedua negara.

Qodari menambahkan bahwa kedekatan personal Prabowo dengan pemimpin dunia menjadi modal sosial yang krusial bagi diplomasi jangka panjang Indonesia.

Bapak Presiden Prabowo adalah figur yang unik.

Mungkin satu-satunya di dunia yang bisa memiliki hubungan yang sangat baik dengan kekuatan-kekuatan besar, adidaya, ujarnya.

Modal relasi dengan tokoh global seperti Donald Trump, Vladimir Putin, hingga Xi Jinping diyakini akan memberikan keuntungan besar bagi masa depan bangsa.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung