Berita, Nasional

PDIP Sindir Jokowi: Harusnya 'Orang Kampung yang Merusak', Bukan Hanya Orang Biasa

Repelita.net

23 April 2026 12:59 WIB • 1,034 view

PDIP Sindir Jokowi: Harusnya 'Orang Kampung yang Merusak', Bukan Hanya Orang Biasa
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pernyataan Presiden ke-7 Joko Widodo yang merendah dengan menyebut dirinya "bukan siapa-siapa, hanya orang kampung" mendapat respons tajam dari kalangan PDI Perjuangan.

Pernyataan Jokowi tersebut disampaikan untuk menanggapi klaim Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla yang mengungkit peran besarnya dalam mengantarkan Jokowi ke kursi kepresidenan.

ADVERTISEMENT

Politikus PDIP Ferdinand Hutahaean buka suara menilai bahwa pengakuan Jokowi tersebut dirasa masih kurang lengkap.

"Menurut saya, Jokowi sudah benar dalam perkataannya. Jokowi mengatakan dirinya hanyalah orang kampung dan bukan siapa-siapa. Sangat benar," kata Ferdinand melalui akun Instagram pribadinya @ferdinand_hutahaean pada Selasa (21/4/2026) .

Ia kemudian menyampaikan sindiran bahwa seharusnya Jokowi melengkapi pernyataan tersebut dengan kalimat yang lebih terus terang mengenai dampak kebijakannya selama memerintah.

"Harusnya Jokowi berkata seperti ini. Saya ini bukan siapa-siapa. Saya hanya orang kampung yang telah mengacak-acak konstitusi Indonesia," ujar Ferdinand menirukan pernyataan yang ia harapkan .

Lebih lanjut, politikus yang kerap kritis terhadap mantan presiden tersebut menyebutkan beberapa poin yang menurutnya mencerminkan kondisi bangsa saat ini.

"Saya hanya orang kampung yang telah membuat kebijakan yang membuat Indonesia menjadi kacau seperti sekarang," tegasnya dalam unggahan video tersebut .

Ia juga menyoroti proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta kondisi utang negara yang dinilainya sebagai dampak dari kepemimpinan Jokowi.

"Saya hanya orang kampung yang membangun istana di IKN untuk kepuasan pribadi saya," sindir Ferdinand menambahkan .

"Saya orang kampung yang telah membawa Indonesia ke jebakan utang yang cukup dalam," sambungnya mengkritisi kebijakan fiskal era pemerintahan sebelumnya .

Ferdinand juga menyentuh aspek personal dengan menyebut ambisi politik Jokowi yang dinilainya tidak pernah padam meski masa jabatan telah berakhir.

"Saya orang kampung yang punya ambisi haus berkuasa," tulisnya melanjutkan rangkaian sindiran pedas tersebut .

"Saya orang kampung yang tidak puas berkuasa," imbuhnya menekankan kritik terhadap keinginan tetap berada di panggung politik .

Puncak sindiran tersebut disampaikan dengan kalimat "Saya orang kampung yang ingin berkuasa lagi," yang merujuk pada berbagai manuver politik Jokowi pasca lengser dari jabatan presiden .

Tidak hanya Ferdinand, kegerakan terhadap pernyataan Jokowi juga terlihat dari barisan partai yang menilai ada kontradiksi antara narasi "wong cilik" dengan sejumlah tindakan politik yang dinilai kontroversial.

Pihak PDIP menilai bahwa status sebagai "orang kampung" seharusnya identik dengan kesantunan, kejujuran, dan rasa hormat terhadap partai yang telah membesarkan kariernya .

Sejumlah pihak menilai bahwa pernyataan Jokowi yang merendah tersebut justru dinilai sebagai upaya menghindar dari tanggung jawab moral atas berbagai kebijakan selama sepuluh tahun memimpin Indonesia.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Jokowi hanya merespons singkat ketika ditanya lebih lanjut mengenai penilaian publik terhadap kinerjanya.

"Yang menilai (apakah saya merusak negara) bukan saya," ujar Jokowi di kediamannya di Solo, Senin (20/4/2026) .

Pernyataan Jusuf Kalla yang memicu polemik ini sebelumnya disampaikan dalam konferensi pers di kediamannya pada Sabtu (18/4/2026).

"Kasih tahu semua itu termul-termul itu. Jokowi jadi presiden karena saya. Setuju? Setuju. Tanpa (jadi) gubernur, mana bisa jadi presiden," tegas JK saat itu .

Hubungan antara Jokowi dan PDIP memang sedang berada dalam titik dingin pasca pemecatan mantan presiden tersebut beserta keluarganya dari partai berlambang banteng moncong putih itu.

Polemik "orang kampung" ini menjadi babak terbaru dalam dinamika perang narasi antara kubu Jokowi dengan partai yang dulu mengusungnya ke panggung nasional tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung