Berita, Nasional

PDIP curigai agenda tersembunyi Prabowo yang 3 kali ke Perancis tahun ini: Publik jangan dikibuli

Repelita.net

31 May 2026 19:05 WIB • 1,138 view

PDIP curigai agenda tersembunyi Prabowo yang 3 kali ke Perancis tahun ini: Publik jangan dikibuli
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Frekuensi kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis yang mencapai tiga kali dalam kurun waktu lima bulan terakhir memicu kecurigaan dari pihak PDI-P.

Partai berlambang banteng ini menduga adanya agenda tersembunyi di balik lawatan intensif tersebut dan meminta masyarakat agar tidak mudah dikibuli oleh narasi seremonial.

ADVERTISEMENT

Ketua DPP PDI-P, Andreas Hugo Pareira, menekankan pentingnya keterbukaan pemerintah mengenai maksud asli di balik setiap perjalanan ke Eropa itu.

Ya, tentu, kunjungan luar negeri itu kan apa, tentu ada tujuannya gitu. Dan tentu, terutama di dalam dunia diplomasi ketika presiden berkunjung ke suatu negara, itu tentu harus teragenda dengan ketat, terus kemudian target-target apa yang akan dicapai, dan kemudian disampaikan kepada publik, ujar Andreas, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Andreas, pemerintah seharusnya tidak hanya memberikan alasan dangkal terkait kunjungan tersebut kepada rakyat.

Pihaknya menilai bahwa setiap perjalanan kenegaraan wajib memiliki tujuan strategis yang jelas agar tidak menimbulkan spekulasi negatif di kalangan publik.

Ia lantas mengingatkan pemerintah untuk lebih proaktif melalui juru bicara agar informasi mengenai agenda presiden tidak simpang siur.

Kita juga pernah punya presiden yang dikritik sering ke luar negeri waktu zaman Gus Dur, ya. Sekarang ya orang menyampaikan atau melihat itu pada Pak Prabowo.

Tentu di sini yang Setneg atau juru bicaranya yang harus menyampaikan apa agenda-agenda perjalanan luar negeri tersebut, dan apa yang ingin dicapai melalui perjalanan-perjalanan luar negeri tersebut, tegasnya.

Andreas menambahkan bahwa pola komunikasi pemerintah yang menjelaskan agenda setelah presiden tiba di lokasi sangat tidak ideal.

Masyarakat dinilai memiliki hak penuh untuk mendapatkan informasi transparan sebelum kepala negara bertolak ke luar negeri.

Ini kan menjadi pertanyaan kan karena setelah pergi sampai di sana dulu baru kemudian penjelasannya belakangan gitu.

Seharusnya kan sebelum pergi itu media sudah tahu sehingga publik, rakyat sudah tahu gitu, karena presiden pergi mewakili negara gitu, tuturnya.

Ia pun menepis argumentasi pemerintah yang kerap menjadikan kegiatan bersifat simbolik sebagai dalih utama kunjungan tersebut.

Tidak, oh ini pergi ke ini, pergi ke apa nanti sholat Idul Adha di Prancis. Itu kan bukan argumentasi gitu, pungkas Andreas. (✳)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung