Berita, Internasional

Paus Leo XIV: Saya Tak Takut pada Pemerintahan Trump, Akan Tetap Lawan Perang dan Suarakan Damai

Repelita.net

15 April 2026 20:12 WIB • 1,028 view

Paus Leo XIV: Saya Tak Takut pada Pemerintahan Trump, Akan Tetap Lawan Perang dan Suarakan Damai
Foto: Istimewa

Repelita Roma - Paus Leo XIV menanggapi kritik keras dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan menegaskan bahwa dirinya tidak takut terhadap pemerintahan Trump dan akan tetap konsisten menyuarakan perdamaian.

"Saya tidak takut terhadap pemerintahan Trump, ataupun untuk bersuara lantang menyampaikan pesan Injil, yang saya yakini sebagai tugas saya di sini, serta tugas Gereja," ujar Paus Leo di dalam pesawat kepausan dalam perjalanan menuju Aljazair pada Senin, 13 April 2026.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan perannya bukan sebagai politisi melainkan sebagai pemimpin spiritual yang menyampaikan nilai moral dan kemanusiaan.

Paus Leo juga memastikan akan terus menentang perang serta mendorong dialog damai di tengah konflik global yang sedang berlangsung.

Saat ditanya mengenai kritikan pedas Trump yang dilontarkan melalui platform Truth Social, Paus Leo menjawab singkat: "Ironis, bahkan dari nama platformnya saja. Tidak perlu saya tambahkan lagi."

Ia juga menyatakan tidak memiliki niat untuk terlibat dalam perdebatan langsung dengan presiden AS tersebut.

Sebelumnya, pada Minggu, 12 April 2026, Trump melancarkan serangan verbal luar biasa terhadap Paus Leo XIV dalam unggahan panjang di Truth Social.

Trump menuduh Paus Leo "lemah dalam menangani kejahatan" dan "buruk dalam kebijakan luar negeri" terkait pandangannya tentang konflik AS-Israel melawan Iran.

"Saya tidak ingin seorang Paus yang menganggap tidak masalah bagi Iran memiliki senjata nuklir. Paus Leo LEMAH dalam menangani kejahatan, dan buruk dalam kebijakan luar negeri," tulis Trump.

Ia juga mengklaim bahwa Paus Leo tidak akan terpilih tanpa jasanya, dengan menyatakan bahwa sang paus terpilih "karena ia orang Amerika, dan mereka menganggap itu cara terbaik untuk menghadapi Presiden Donald J. Trump."

"Jika saya tidak berada di Gedung Putih, Leo tidak akan berada di Vatikan," ujar Trump seperti dikutip AFP.

Pada kesempatan terpisah, Trump mengatakan kepada wartawan di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, bahwa ia "bukan penggemar berat" Paus Leo.

"Dia adalah orang yang sangat liberal, dan dia adalah orang yang tidak percaya pada penghentian kejahatan," kata Trump.

Komentar Trump menuai kecaman luas dari komunitas Katolik di Amerika Serikat.

Uskup Agung Paul S. Coakley, presiden Konferensi Waligereja AS, menyatakan dirinya "kecewa" dengan pernyataan Trump.

"Saya kecewa bahwa Presiden memilih menulis kata-kata yang menghina tentang Bapa Suci. Paus Leo bukanlah saingannya; Paus juga bukan politisi. Dia adalah Vikaris Kristus yang berbicara dari kebenaran Injil," tulis Coakley dalam pernyataan di media sosial.

Uskup Robert Barron, anggota Komisi Kebebasan Beragama Trump, juga menyampaikan kekecewaannya.

"Pernyataan yang dibuat Presiden Trump di Truth Social mengenai Paus sama sekali tidak pantas dan tidak hormat," kata Barron, seraya menambahkan bahwa "Presiden berhutang permintaan maaf kepada Paus."

Trump menolak permintaan maaf tersebut dan mengatakan kepada wartawan bahwa ia "hanya menanggapi Paus Leo."

Pakar kepausan Massimo Faggioli mencatat bahwa serangan langsung dan publik seperti ini terhadap seorang paus belum pernah dilakukan bahkan oleh para diktator sekalipun.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung