Berita, Nasional

Nonton Film Pesta Babi, Megawati Soekarnoputri Menangis Soroti Kerusakan Lingkungan dan Hak Adat di Papua

Repelita.net

25 May 2026 22:24 WIB • 1,267 view

Nonton Film Pesta Babi, Megawati Soekarnoputri Menangis Soroti Kerusakan Lingkungan dan Hak Adat di Papua
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Tokoh bangsa sekaligus Presiden kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri kedapatan meneteskan air mata lantaran merasa sangat tersentuh usai menyaksikan karya dokumenter terbaru bertajuk Pesta Babi.

Sinematografi yang diarsiteki oleh sutradara Dandhy Laksono tersebut dinilai sukses memotret realitas sosial yang getir serta rupa-rupa kerusakan ekologis yang tengah melanda tanah Papua belakangan ini.

ADVERTISEMENT

Putri proklamator tersebut memandang bahwa orientasi dari koridor pembangunan megaproyek nasional saat ini dirasa semakin melenceng jauh dari khitah kemandirian ekonomi yang dicita-citakan leluhur bangsa.

"Saya kemarin menangis ketika melihat film Pesta Babi. Itu benar adanya. Sudah seberapa banyak hutan hanya dijadikan tanaman sawit, untuk apa? Di sana ada tradisi adat, ada hukum adat, ada hukum wilayah. Mereka minta dihargai, apakah salah?” kata Megawati sebagaimana dikutip dari siaran pers Universitas Gadjah Miga (UGM), Senin (25/5).

Figur yang mengomandoi Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional tersebut mengecam keras maraknya praktik eksploitasi alam skala besar yang dinilai sangat ugal-ugalan tanpa memikirkan masa depan lingkungan.

Dirinya menilai pola pengerukan komoditas tersebut telah mengakibatkan kerusakan ekosistem yang parah, menciutnya kawasan pangan produktif, hingga terpinggirkannya hak-hak ulayat milik komunitas lokal setempat.

Ketua umum partai berlambang banteng moncong putih ini turut mendesak pentingnya merumuskan kembali peta jalan pembangunan nasional yang bersifat ajek serta tidak mudah diombang-ambingkan oleh sirkulasi elite kekuasaan.

Menurut pemikirannya negara sebesar Indonesia wajib memegang teguh garis besar haluan negara yang konsisten agar target kesejahteraan umum tidak mendadak mandek di tengah jalan setiap kali terjadi suksesi kepemimpinan.

Atas dasar urgensi strategis tersebut ia mendorong dihidupkannya kembali formulasi konsep ekonomi berencana warisan masa lalu demi mengunci keselarasan pembangunan dari pusat hingga ke daerah pelosok.

“Kalau presidennya berganti, jangan sampai arah pembangunannya ikut berubah semua. Kita harus punya pola pembangunan jangka panjang untuk masa depan bangsa,” ujarnya memberikan wejangan mendalam bagi masa depan tata kelola negara.

Di samping itu pucuk pimpinan riset nasional ini juga menyerukan kepada seluruh komponen masyarakat sipil untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang tinggi atas kapasitas keahlian internal anak bangsa.

Ia mengimbau publik untuk melepas ketergantungan dari pengaruh pihak asing baik dalam hal pengelolaan rantai pasok kekayaan alam nusantara maupun dalam menentukan kedaulatan politik luar negeri Indonesia.

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang percaya kepada kekuatan bangsanya sendiri, laut harus kembali menjadi jalan kemajuan peradaban Indonesia,” pungkasnya mengakhiri pidato refleksi kebangsaan tersebut dengan penuh ketegasan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung